Cerita Rasa
Cerpen, narasi mini, dan memoar digital yang menggetarkan.
SECARIK KERTAS
Oleh: Zarkasih Imam Getar suara handphone membangunkan Malik yang masih terlelap saat matahari mendekati kepala. “Siapa sih, mengganggu liburanku aja,” gerutu Malik seraya meraih handphone yang berjarak satu hasta dari tubuhnya yang…
Retak dalam Pujian: Cerpen Tentang Kehilangan Tanpa Alasan Jelas
Ian|Cirebon Lampu kafe yang temaram tak mampu menyembunyikan kegelisahan di wajah Arini. Ia terus mengaduk kopinya yang sudah dingin, sementara Satria hanya menatapnya, menunggu kalimat yang sedari tadi tertahan di ujung lidah wanita…
Sepiring Kenangan di Warung Pojok (Part 1)
Suasana malam di Losari saat itu memang dingin, namun harapan yang mereka bangun terasa begitu hangat. Aris tidak pernah menyangka bahwa setiap janji yang ia ucapkan di sela kepulan asap sate akan menjadi…
Part 3 (Ending) — Stasiun dan Awal yang Baru
Losari|Saddam|2026 Menantikan akhir cerpen romantis terkadang sama mendebarkannya dengan menunggu kereta yang tak kunjung datang. Pukul sepuluh kurang lima menit, Stasiun Cirebon tampak sibuk pagi itu. Suara pengumuman keberangkatan kereta api bersahutan dengan…
Part 2 — Janji yang Tertinggal di Losari
Losari|Saddam|2026 Maya menatap kotak kecil itu tanpa berani menyentuhnya. Pikirannya kalut. Tiga tahun bukan waktu yang sebentar untuk menyembuhkan luka akibat ditinggalkan tanpa kabar yang jelas. “Kamu pikir dengan datang membawa kotak ini,…
Di Antara Aroma Hujan dan Kopi yang Mendingin
Sore itu, Losari sedang tidak bersahabat. Langit abu-abu pekat menumpahkan isinya tanpa ampun. Di sudut sebuah kafe kecil, Maya duduk menatap jendela yang berembun. Di hadapannya, secangkir latte sudah kehilangan uap panasnya, persis…
Tempat Pulang Gadungan
Oleh: Zarkasih Imam | 28/09/2025|Cirebon Rana hanya menyelami perasaannya, murung menutup diri dari hiruk pikuk kehidupan. Ia meratapi dari jengkal demi jengkal reka kejadian antara Ayah dan Ibunya. Rumah tempat ia berpulang kini…
Menunggu di Ujung Kata Aishiteru
Saddam 19 – 09 – 2025 Malam di kota kecil tempat Nayla tinggal selalu sama: sepi, dengan suara jangkrik dan desah angin yang membawa dingin. Di beranda rumahnya, ia duduk sendirian, menatap ponsel…
Absen Nomor 18 : Luna Raisa Putri
Cerita tentang seseorang yang selalu hadir, tapi tak pernah benar-benar dilihat.Cerpen oleh: Qi2 & Rasa | 18 Juli 2025 Ada kertas putih di laci mejaku. Sudah lama aku simpan. Dilipat rapi. Tidak pernah…
Absen Nomor 18 : Lintang Samudra
Tentang seseorang yang selalu hadir, tapi tak pernah benar-benar dilihat. Cerpen oleh : Qi2 & Rasa | 30 Juni 2025 Bagian I: Yang Duduk Paling Belakang Namanya Lintang Samudra. Absen nomor 18. Duduk…









