
Sering Merasa Lelah Padahal Tidak Ngapa-ngapain? Mungkin Anda Mengalami Burnout, Ini Cara Mengatasinya
Oleh: Tim Artikelana
alam itu saya tersadar, mencari tahu cara mengatasi burnout ternyata jauh lebih mendesak daripada menyelesaikan tumpukan pekerjaan. Saya menatap layar laptop yang masih menyala, namun rasanya seperti habis lari maraton meski tidak ngapa-ngapain. Jika Anda merasakan lelah yang tak kunjung hilang, artikel ini akan membahas tuntas tanda dan cara mengatasi burnout agar semangat Anda pulih kembali.
Baca juga cerpen inspiratif kami tentang Tempat Pulang Gadungan yang menyentuh hati.
Hati rasanya hampa, kepala berat, dan semangat hilang entah ke mana. Jika Anda pernah merasakan hal yang sama—lelah yang tidak hilang meski sudah tidur seharian—mungkin kita sedang berada di perahu yang sama. Kita tidak sedang malas, kita mungkin sedang mengalami apa yang disebut dengan Burnout.
Apa Itu Burnout?
Berbeda dengan kelelahan biasa, burnout adalah kondisi stres kronis di mana seseorang merasa lelah secara fisik, mental, dan emosional akibat tuntutan yang berlebihan. Jika kelelahan biasa bisa hilang dengan tidur 8 jam, burnout akan tetap membayangi Anda bahkan setelah akhir pekan berakhir.Wikipedia
Tanda-Tanda Anda Sedang Mengalami Burnout
Sebelum mencari solusi, mari kenali apakah tanda-tanda ini ada pada diri Anda:
Kehilangan Motivasi: Hal yang dulu Anda sukai kini terasa seperti beban berat.
Sinisme: Anda mulai merasa negatif terhadap pekerjaan atau orang-orang di sekitar.
Efisiensi Menurun: Pekerjaan yang biasanya selesai dalam satu jam, kini butuh waktu seharian.
Gejala Fisik: Sering sakit kepala, gangguan pencernaan, atau otot leher yang tegang terus-menerus.
Langkah Praktis Cara Mengatasi Burnout yang Ampuh Agar Semangat Kembali Pulih
Berdasarkan pengalaman dan riset, Salah satu kunci utama dalam cara mengatasi burnout berikut adalah langkah praktis yang bisa Anda terapkan mulai hari ini:
1. Akui Bahwa Anda Sedang Tidak Baik-Baik Saja
Langkah pertama adalah jujur pada diri sendiri. Jangan memaksakan diri untuk terus terlihat produktif saat mental sedang “berteriak”. Mengakui kelelahan adalah bentuk kekuatan, bukan kelemahan.
2. Batasi Paparan Digital (Digital Detox)
Seringkali, kita merasa lelah bukan karena pekerjaan, tapi karena melihat pencapaian orang lain di media sosial. Cobalah untuk mematikan notifikasi HP minimal 1 jam sebelum tidur. Berikan waktu bagi otak untuk benar-benar beristirahat tanpa gangguan informasi.
3. Belajar Berkata “Tidak”
Banyak orang mengalami burnout karena menjadi people pleaser—selalu mengiyakan permintaan orang lain meski kapasitas diri sudah penuh. Mulailah menetapkan batasan. Berkata tidak pada tugas tambahan berarti berkata “ya” pada kesehatan mental Anda.
4. Lakukan “Micro-Break” di Sela Pekerjaan
Gunakan teknik 20-20-20. Setiap 20 menit menatap layar, lihatlah benda sejauh 20 kaki (6 meter) selama 20 detik. Cara sederhana ini membantu mata dan pikiran rileks sejenak dari ketegangan fokus.
5. Cari Hobi yang Tidak Menghasilkan Uang
Di era sekarang, semua hal sering dikaitkan dengan uang (monetisasi). Cobalah kembali melukis, membaca cerpen, atau berkebun hanya karena Anda menyukainya, bukan karena ingin menjual hasilnya. Ini akan mengembalikan rasa bahagia yang murni.
Kesimpulan
Kesuksesan memang penting, tapi kesehatan mental Anda adalah mesin utamanya. Jangan sampai mesinnya rusak hanya karena kita lupa memberi pelumas berupa istirahat. Ingat, tidak apa-apa untuk melambat sejenak demi bisa melangkah lebih jauh nantinya.
Apakah Anda punya pengalaman unik saat berjuang melawan rasa lelah yang luar biasa? Bagikan cerita Anda di kolom komentar agar kita bisa saling menguatkan!
Jika Anda menyukai gaya tulisan ini, Anda juga wajib membaca Di Tengah Kebisingan, Diam Adalah Teriakan Terkeras yang membahas tentang pencarian ketenangan hidup
![]()


