{"id":310,"date":"2026-03-07T07:32:16","date_gmt":"2026-03-07T07:32:16","guid":{"rendered":"https:\/\/artikelana.com\/?p=310"},"modified":"2026-03-07T07:33:30","modified_gmt":"2026-03-07T07:33:30","slug":"artikelana-com-ruang-fiksi-cerpen-wasiat-kematian-affan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/artikelana.com\/index.php\/2026\/03\/07\/artikelana-com-ruang-fiksi-cerpen-wasiat-kematian-affan\/","title":{"rendered":"SECARIK KERTAS"},"content":{"rendered":"<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif;\">Oleh: Zarkasih Imam<\/span><\/p>\n<\/blockquote>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">Getar suara <i data-path-to-node=\"5,1,0\" data-index-in-node=\"106\">handphone<\/i> membangunkan Malik yang masih terlelap saat matahari mendekati kepala.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">\u201cSiapa sih, mengganggu liburanku aja,\u201d gerutu Malik seraya meraih <i data-path-to-node=\"5,1,0\" data-index-in-node=\"106\">handphone<\/i> yang berjarak satu hasta dari tubuhnya yang masih memeluk bantal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">\u201cIni nomer baru siapa lagi!?\u201d sekali lagi Malik mengutuk barang kecil itu yang menampilkan tujuh kali panggilan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">Setelahnya Malik membuka <em>Chating<\/em> Whatsapp. Ia terperanjat, hormon tubuhnya meracuni kepala membuatnya mengangkat tubuh dan melempar bantal kesayanganya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\"><em>Chating<\/em> dari nomer baru itu menapilkan sebuah foto yang mengerikan. Wajah yang amat sangat ia kenal menjulurkan lidahnya, matanya melotot, lehernya terikat oleh temali, temali itu bergelantungan diatas pohon mangga. Mengangkat tubuh yang masih segar terbujur kaku, kakinya tidak menyentuh tanah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">foto itu diperbesar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">\u201cTidak mungkin, pasti bukan dia,\u201d gumam Malik berkalang kepanikan ditengah kesukaran hatinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">Mata Malik melotot, mulutnya menganga, \u201cbenar itu dia,\u201d seketika <i data-path-to-node=\"5,1,0\" data-index-in-node=\"106\">handphone<\/i> itu dengan kasar dilempar ke atas atas meja, \u201cbraak.\u201d Malik ketakutan, segera ia menjauhkan diri dari benda bernyawa itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">Suara <em>notifikasi<\/em> laksana genderang perang, bunyinya tiada henti membisingkan telinga. Perlahan ia mendekati kembali <i data-path-to-node=\"5,1,0\" data-index-in-node=\"106\">handphone<\/i> nya, penuh keraguan ia menjulurkan tangan coba merengkuh barang yang setiap hari menjadi teman, kini bagai arang yang membara.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">Sekelebat barang pintar itu sudah berada di genggaman tangan Malik, ia membuka <em>chatingan<\/em> nomer tidak dikenal itu. Setiap kalimatnya ia baca kata demi kata.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">\u201cSaya istrinya Affan. Puas kamu\u00a0 melihat dia gantung diri!\u201d membacanya Malik semakin ketakutan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">\u201cKamu harus bertanggung jawab atas kematian Affan!\u201d Hati Malik kini begemuruh mendapati kalimat yang menyalahkannya. Detak jantungnya berpacu hebat, berontak tak beraturan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">Sebuah <em>screenshot<\/em> foto postingan Facebook turut menyertai <em>chatingan <\/em>itu. Foto itu bertuliskan;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\"><em>\u201cDitunggu i\u2019tikad baiknya kepada Affan Afandi anak dari Bapak H. Markum dan Hj. Maesaroh juga Istri dari Affan Affandi, Nita Komalasari Binti H. Zaenudin dan Hj. Munawaroh.\u201d<\/em><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">Malik memperhatikan nama Akun Facebook yang mempostingnya, Andika Slash. \u201cBangkeee, Goblok!\u201d Malik mengumpat seorang diri mendapat nama Akun itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">Malik mencari nomer keponakannya itu di <i data-path-to-node=\"5,1,0\" data-index-in-node=\"106\">handphone<\/i> nya, penuh emosi ia segera menelponnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">\u201cAnjing, gak diangkat-angkat!\u201d umpatan Malik membersamai suara dering panggilan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">\u201cHallo, Om!\u201d kalimat dibalik layar Malik mulai terdengar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">\u201cTolol, saya suruh kamu buat nagih hutang di rumahnya, bukan mempostingnnya. Anjing!\u201d Malik meluapkan amarahnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">\u201cOm, berkali-kali saya datengin rumahnya. Sama sekali gak pernah di respon. Dihubungi juga susah,\u201d terang Andika membela diri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">\u201cTai, tai! Dia mati, Dik. Gantung diri,\u201d Malik bingung harus percaya atau tidak kepada keponakannya. \u201cBarusan istrinya <em>ngechat<\/em>, menyalahkan saya. Dia minta pertanggug jawaban,\u201d sambung Malik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">\u201cSaya sudah tau. Lagian matinya bukan karna postingan itu juga kali, Om,\u201d enteng Andika menjawab.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">\u201cYa, terus karna apa? \u00a0istrinya menyangka karna Postingan itu.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">\u201cCoba kalau dia mau menemui saya dirumahnya. Saya juga tidak memposting itu, Om. Saya posting hanya bertahan satu menit setelah itu saya hapus postinganya.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">\u201cTerus gimana ceritanya bisa menyebar?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">\u201cSaya posting di Group daerah saya, mungkin netizen sudah <em>menscreenshotny<\/em>a.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">\u201cAggggggh,\u201d erang Malik, kesal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">\u201cYaudah, si Om. Bukan salah kita juga. Dia aja yang Bangsat. Punya utang malah kabur gak jelas. Katanya orang kaya, bayangin aj, Om rumah mertuanya aja besar, Toko Kain di depan rumahnya lantai dua. Masa punya utang segitu aja kabur-kaburan.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">\u201cTau, saya tau!\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">\u201cTuh, kan! Pasti juga Om berani minjemin ke dia Karna dia Bos Kain kan, dia orang punya kan? Nyatanya apa, dia gak ada i\u2019tikad baik buat bayar hutangnya kan!\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">\u201cIyaaaah, tapi kenapa harus gini, sih. Apa saya terlalu kasar saat menagih ke dia?\u201d Malik teringat ucapannya, umpatanya saat ia mencoba menagih ke Affan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">\u201cOm, udah gak usah nyalahin diri sendiri gitu. Justru saya kasian sama Om. Om harus ngebayar cicilannya di pinjol. Sepuluh \u00a0juta tuh gede loh, Om! Pasti Om juga di teror oleh pihak pinjol kan, sekarang dia mati siapa coba yang mau ganti uang itu. Istrinya? Mertuanya? Atau orang tuanya?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">\u201cAaaaaaagh, bangsat! Bajingan,\u201d mendengar ocehan kepoankannya itu, Malik membisu. Hati dan pikirannya seakan diterpa badai di musim hujan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">\u201cKamu disana gimana sekarang?\u201d tanya Malik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">\u201cSekarang saya gak berani kemana-mana.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">\u201cSebaiknya kamu jangan kemana-mana dulu. Tunggu sampai ini mereda.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">\u201cIyah, Om.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">Pembicaraan kedua lelaki itu berhenti saat hujan turun di tengah siang bolong. Gemrecik air hujan seakan peluru yang mendesir dari berbagai arah menuju Malik yang tengah membeku. Pikiranya melayang-layang membayangkan wajah Affan saat datang kepadanya malam-malam beserta temannya tempo hari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">Lamunan Malik pecah berserakan mendengar dering <i data-path-to-node=\"5,1,0\" data-index-in-node=\"106\">handphone<\/i> nyakembali datang seperti petir yang menyertai hujan di siang itu. Malik hanya melirik, sekali lagi nomor baru tertera di layar <i data-path-to-node=\"5,1,0\" data-index-in-node=\"106\">handphone<\/i> nya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">Keraguan menyelimuti Malik kembali untuk menjawab paggilan itu. Sesaat Malik menarik nafas dalam dan menyingkap tombol hijau, \u201cSiapa ini?\u201d tanya Malik dengan ketus kepada orang di sebrang sana.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">\u201cMas, saya temennya Affan yang waktu itu malam dateng ke rumah, Mas.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">\u201cArdi?\u201d Malik memastikan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">\u201cBener, Mas. Tau gak mas, ketika mas meminjamkan uang kepada Affan malam itu. Sebenarnya uang itu buat bayar hutang ke saya.\u00a0 Makanya di transfernya langsung ke rekening saya, kan!\u201d terang Ardi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">Malik yang mendengar keterangan Ardi semakin geram, wajahnya menatap tajam ke arah jendela kamarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">\u201cSekarang Affan sudah meninggal, dia gantung diri. Viral, mas. Secara dia gantung diri di parkiran pasar, jelas membuat geger orang-orang pasar. Sumpah, banyak yang gak nyangka,\u201d lanjut Ardi bercerita.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">\u201cSebenarnya apa yang terjadi dengan Affan, kok sampai nekat gitu,\u201d tanya Malik dengan nada dingin.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">\u201cMas Malik sedang menjadi perbincangan disana. Sebaiknya mas Malik ke rumah Affan. Jangan sampai isu yang beredar di keluarga Affan dan keluarga mertuanya bahwa Mas Malik sebagai penyebabnya.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">Mendengar kalimat terakhir Ardi membuat dada Malik berdegup kencang, suaranya mengalahkan air hujan yang menghantam genteng rumahnya. Nafasnya tak beraturan, tangannya gemetar. Kakinya terus ia gerakan ditempat. Kepanikan semakin menyelimuti pikiranya, sepertinya awan hitam di luar kamarnya beralih ke kepalanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">\u201cAku harus selesaikan ini,\u201d gumam Malik dalam kepanikan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">\u201cSore ini saya akan kesana!\u201d tegas Malik menjawab permintaan Ardi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">Telepon pun terputus suara Ardi menghilang dari balik <i data-path-to-node=\"5,1,0\" data-index-in-node=\"106\">handphone<\/i> nya. Segera Malik menelpon teman kantornya untuk menemaninya menemui keluarga Affan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">Tiba-tiba sebuah pesan Whatsapp dari istri Affan menganggu pandangannya yang baru saja selesai menelpon teman kantornya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">\u201cPokoknya sampai nama akun yang memposting masalah Affan tidak menemui kami. Akan saya laporkan kamu dan dia ke Polisi!\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">Hati yang barus aja teguh, sekali lagi terhentak membaca pesan itu. Tak kuasa Malik menahan emosinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">\u201cApalagi ini, anjing!\u201d Malik membanting Hanphonenya ke kasur. Rambutnya ia acak-acak sejadi-jadinya, jeritanya bagai di dalam air, \u201caaaaaaaaaaagh,\u201d hanya dirinya yang mampu mendengar. Isi Kepalanya berkecamuk hebat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">Malik meninggalkan kamarnya segera bergegas membasuh tubuh dan kepalanya yang hampir saja meledak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">***<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">Selepas\u00a0 suara Adzan Ashar berkumandang Malik dan teman kantornya mengendarai mobil menuju ke pusara Affan berbekal informasi dari Ardi lokasi Affan di kebumikan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">Dengan hati yang resah ia memantapkan langkah kakinya menuju pusara Affan yang masih basah bertabur kembang tujuh rupa dan dan daun pandan yang beraturan berbanjar tujuh baris memenuhi pusaranya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">Pandangan Malik kosong menatap batu nisan\u00a0 bertuliskan \u201cAffan Afandi bin H. Markum dan Hj. Maesaroh\u201d. Lengkap dengan tanggal lahir dan tanggal kematinnya, \u201cLahir, 11 Juni 1996 \u2013 Meninggal, 1 Januri 2025.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">Ingatan\u00a0 Malik kembali pada Affan. Teman yang dulu ia kenal gigih dalam memperjuangkan keinginannya, kesusksesan dimasa muda, istri yang cantik, mertua dan orang tua yang kaya \u00a0membuat iri teman lainnya kini terbaring berkalang tanah dengan kematiaan yang naas. Rasa penasaran mulai menghantui benak Malik; \u201cApa yang sebenarnya terjadi, mustahil kalau hanya gara-gara ucapanku yang kasar saat menagih dan Postingan itu. Tidak mungkin, pasti ada sesuatu yang lebih besar,\u201d Malik membatin, meragukan penyebab kematian Affan karnanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">\u201cLik, doakan dia,\u201d perintah teman Malik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">Lamunan Malik buyar, segera ia mendongakan kedua tanganya sambil bersimpuh di depan pusara Affan. Rapalan doa terus Malik panjatkan penuh hikmat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">\u201cAyok, Lik. Keburu gelap,\u201d kembali teman Malik meminta.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">Malik menyudahi doanya dan segera beranjak dari pusara Affan sambil mengusap pipinya yang sedikit basah oleh air mata.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">Teman Malik memegang kemudi supir dan melesat meninggalkan Pusara Affan menuju ruamah kedua orang tua Al-Marhum.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">Sesampainya di depan rumah duka, Malik tidak beranjak dari tempat duduknya, ia hanya mentap tajam rumah itu yang masih dipenuhi bendera kuning dan orang-orang mulai berhamburan meninggalkan rumah itu dari balik kaca mobil.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">\u201cGak usah khawatir, kamu tidak salah. Jelaskan apa adanya. Saya akan menjadi saksi apa yang akan mereka lakukan kepada kamu. Yuk ,kita turun,\u201d teman Malik meyakinkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">Malik mulai membuka pintu mobilnya, ia melangkah penuh keyakinan menuju rumah bergerbang hitam yang besar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">\u201cAssalamulaiku,\u201d teman malik memulai masuk.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">\u201cWalaikum salam. Mari masuk, temannya Affan yah!\u201d orang yang berpeci hita setengah baya itu menyambut Malik dan temanya ramah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">\u201cIyah, saya Ibnu dan ini Malik,\u201d ujar Ibnu teman kantor Malik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">Mendengar nama malik kedua pasang mata yang tengah berbincang mendadak melotot tajam, Melihat Malik seperti kijang yang siap diterkam oleh harimau.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">Pria bersarung lurik dan mengenakan peci hitam serta seorang wanita paruh baya yang mengenakan kerudung pasmina, gelang emasnya berjejer di tangan dengan tergopoh mengahmpiri Malik yang baru saja duduk di kursi tamu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">\u201cGara-gara kamu anak saya mati!\u201d tiba-tiba, pria berpeci putih marah dengan menjuk muka Malik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">Orang-orang yang mendengar amukan itu terperanjat memandanginya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">\u201cKamu harus bertanggung jawab atas kematiannya,\u201d pekik pria yang akrab disapa Pak Haji.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">\u201cBapak jangan asal menuduh, saya datang kesini dengan niat baik,\u201d jawab Malik tegas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">\u201cSalah anak saya apa, sehingga kamu tega!\u201d giliran wanita yang mengenakan perhiasan mencecar Malik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">\u201cPak, bu sabar dulu. Dengarkan Malik memberikan penjelasannya,\u201d Ibnu menengahi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">\u201cTidak ada yang perlu dijelaskan, jelas-jelas dia yang membuat anak saya terbunuh,\u201d Haji Makrom menolak dengan kasar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">\u201cSaya datang kesini tidak untuk mencari ribut. Saya datang kesini untuk menjelaskan duduk perkaranya. Anak Kalian hutang sama saya,\u201d ujar Malik dengan tegas dan lantang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">\u201cBerapa hutangnya, apa ratusan juta atau milyaran. Cuiiih,\u201d Haji Makrom meludah, \u201cHutang hanya jutaan sampai menyuruh keponakanmu mencemarkan nama baik anak saya di Facebook.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">\u201cDimana letak pencemaran nama baik itu\u201d suara Malik sedikit meninggi. \u201cKalau saja Affan tidak susah dihubunginnya, tidak akan terjadi hal seperti ini,\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">\u201cKamu kan bisa datang kerumah ini,\u201d Haji Makrom masih bertahan dalan posisinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">\u201cBerkali-kali keponakan saya datang kerumah ini, bahkan ke rumah istrinya sama sekali tidak ada tanggapan.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">Tiba-tiba seorang pria sedikit lebih tua dari Malik datang melerai perdebatan mereka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">\u201cPak, Bu. Sudah. Malu sama orang lain,\u201d ujar pria itu dan menjauhkan Haji Makrom dari Malik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">Haji Makrom seketika membeku, wajahnya merah, sorot matanya tajam memandang Malik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">\u201cPerkenalkan mas, saya kakanya Affan,\u201d kakanya Affan dengan sopan memperkenalkan diri dan duduk berhadapan dengan Malik, \u201cberapa hutang adik saya kepada anda?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">\u201cAffan meminjam saat itu totalnya sepuluh juta, sekarang hanya tinggal enam juta,\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">Dengan nada tenang, \u201cGini mas. Kenapa kita menduga anda sebagai penyebabnya, ini yang kami temukan di saku celana\u00a0 Affan saat dia gantung diri,\u201d Kakanya Affan memberikan secarik kertas kecil.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">Malik menatap tajam secarik kertas itu dan ia mengambilnya. Tertulis di dalamnya; <em>Titip anak dalam kandungan dan Malik No. Rek 084655769 BCA.<\/em><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">Malik sok, tak hentinya mata Malik menatap namanya tertera dalam wasiat orang yang mati Bunuh Diri. Tubuhnya seketika lemas, wajahnya tertunduk.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">\u201cDitambah saat kami membuka <i data-path-to-node=\"5,1,0\" data-index-in-node=\"106\">handphone<\/i> nya Affan, mas Malik menagih hutang dengan kata-kata kasar. Dan selang satu hari Affan bunuh diri. Jadi jelas wajar orang tua saya menuduh mas Malik.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">\u201cSumpah, mas saya tidak pernah ada maksud&#8230;&#8230;\u201d suara Malik terhenti.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">\u201cSaya paham mas, berkali-kali sudah saya jelaskn kepada orang tua saya kalau mas Malik bukan penyebab kematian Affan, tapi dia tetap tidak percaya.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">\u201cSaya tidak akan pernah membayar hutang Affan sebelumm keponakan kamu yang menyabarkan itu di sosmed datang kemari,\u201d Ibunya Affan tiba-tiba datang menyambar kedua anak muda itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">\u201cBu, saya datang kesini sudah ikhlaaaas,\u201d jawab Malik dengan nada yang mengayun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">Ibunya Affan langsung berlalu meninggalkan orang-orang yang ada di\u00a0 kursi tamu dengan membuang muka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">\u201cMaafkan sikap orang tua saya, mas,\u201d dengan rendah hati kakanya Affan berujar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">\u201cSebenarnya apa yang terjadi dengan Affan, Mas?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">\u201cHmm,\u201d kakanya Affan menghela nafas, \u201ckalau diceritakan sebenarnya ini aib.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">\u201cSaya tau betul Affan itu orangnya kaya gimana, tidak mungkin kalau gara-gara postingan itu. Sebenarnya ada apa, tolong kasih tau saya mas,\u201d Mimik yang memelas Malik tampakan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">Sekali lagi kakanya Affan menghela nafas panjang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">\u201cSaya juga tau dari keponakan saya, masih keponakan Affan juga. Affan kalau lagi ada masalah atau mau punya hajat pasti ceritanya ke dia,\u201d kakanya Affan merapihkan duduknya.\u00a0 \u201cJadi kata keponakan saya kalau Affan sebenarnya Tujuh bulan terkahir setelah berumah tangga kehidupannya berubah drastis.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">Malik mulai menelan ludahnya sendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">\u201cDia tertekan dengan gaya hidup istrinya yang hedonis. Kalau keinginannya tidak dituruti maka ia akan memarahi Affan. Ditambah saat Hamil bulan pertama istrinya ngidam yang tidak masuk akal. Dia yang hanya mencari uang sendiri kerepotan membagi waktu jualan dan meladeni istrinya. Akhirnya Toko Kainnya terlunta-lunta.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">\u201cBukannya istri Affan anak orang kaya, mas?\u201d tanya Malik yang setengah mempercai kebenarannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">\u201cBetul, mas. Mertua Affan Bos Kain besar, tapi mertuanya seakan memeras tenaga Affan. Adikku harus membeli Kain dari mertuanya, laku tidak laku Affan harus bayar sesuai harganya.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">\u201cMungkin karna itu akhirya Affan cari pinjaman kesana kemari,\u201d sambung Malik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">\u201cBetul, dan bukan hanya mas Malik saja yang memberikan pinjaman, yang saya tau ada sekitar enam orang yang Affan pinjami. Dan ya, semuanya untuk istri dan mertuanya. Karna jualan Affan saat itu sedang drop.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">\u201cTapi, mohon maaf ya, mas. Orang tua Affan dan mas sendiri tidak tau kalau Affan begitu?\u201d tanya Malik penasaran.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">Kakanya malik mempersilahkan Malik dan Ibnu untuk meminum minuman yang sudah tersedia di meja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">\u201cIya, mas.\u201d Malik dan Ibnu segera mengambil minuman yang belum mereka sentuh sejak mereka tiba.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">\u201cDari dia kecil dia tidak pernah terbuka kepada kami. Bahkan hanya untuk meminta sesuatu dia tidak berani bilang. Makanya dia memilih ikut membantu Bapak sama Ibu jualan Kain. Affan kalau ada sesuatu ia pendam sendiri. Beruntunglah masih ada keponakan tempat ia bercerita. Kalau tidak, tentu saya juga akan mencurgai mas, Malik,\u201d jawab Kakanya Affan dengan tenang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">\u201cSaya juga sangat memaklumi, sih mas. Sebab nama saya ada disitu,\u201d ujar Malik membenarkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">\u201cDan, ya akhirnya Affan jadi seperti ini. Saya sendiri sudah ikhlas dengan kepergian Affan, mungkin sudah takdirnya dia. Tapi Ibu dan Bappaku masih belum menerimanya,\u201d tukas Kakanya Affan sambil menengok ke belakang melihat kedua orang tuanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">Malik dan Ibnu hanya mengangguk kecil. Sekarang Malik setidaknya sudah sedikit lega karna sudah mengetahu perkara yang merugikannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">\u201cOh iya, mas. Kami atas nama keluarga memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila Affan memliki kesalahan dan terimakasih, mas Malik sudah banyak membantu Affan.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">\u201cIya mas saya juga minta maaf,\u201d ujar Malik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">Kakanya Affan mengangguk kecil seraya tersenyum.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">\u201cMas, ijinkan saya bawa secerik kertas ini. Sebagai kenang-kenangan,\u201d pinta Malik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">\u201cSilahkan.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">\u201cKalau begitu kami pamit.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">Malik dan Ibnu beranjak meninggalkan rumah itu dengan membawa secarik kertas yang sudah membuat harinya runyam,\u00a0 kepalanya penuh awan hitam. Secarik kertas yang hampir saja menyeret Malik ke kurungan penjara.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">Cerita ini mengingatkan kita bahwa di balik kemewahan yang tampak, setiap orang punya beban yang tak terlihat. Mari lebih bijak dalam berkomunikasi dan <a href=\"https:\/\/mediakeuangan.kemenkeu.go.id\/article\/show\/7-tips-mengatur-keuangan-agar-tabunganmu-terus-bertambah\">mengelola finansial<\/a>.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'comic sans ms', sans-serif;\">Punya masalah finansial jangan dipendam sendiri. Yuk, belajar kelola dana darurat agar tidak terjebak dalam situasi sulit: Baca: <a href=\"https:\/\/artikelana.com\/index.php\/2026\/02\/13\/investasi-emas-pasangan-muda-2026\/\">5 Alasan Mengapa Investasi Emas Cocok untuk Pasangan Muda di Tahun 2026<\/a><\/span><\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n<p id=\"pvc_stats_310\" class=\"pvc_stats total_only  \" data-element-id=\"310\" style=\"\"><i class=\"pvc-stats-icon medium\" aria-hidden=\"true\"><svg xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" version=\"1.0\" viewBox=\"0 0 502 315\" preserveAspectRatio=\"xMidYMid meet\"><g transform=\"translate(0,332) scale(0.1,-0.1)\" fill=\"\" stroke=\"none\"><path d=\"M2394 3279 l-29 -30 -3 -207 c-2 -182 0 -211 15 -242 39 -76 157 -76 196 0 15 31 17 60 15 243 l-3 209 -33 29 c-26 23 -41 29 -80 29 -41 0 -53 -5 -78 -31z\"\/><path d=\"M3085 3251 c-45 -19 -58 -50 -96 -229 -47 -217 -49 -260 -13 -295 52 -53 146 -42 177 20 16 31 87 366 87 410 0 70 -86 122 -155 94z\"\/><path d=\"M1751 3234 c-13 -9 -29 -31 -37 -50 -12 -29 -10 -49 21 -204 19 -94 39 -189 45 -210 14 -50 54 -80 110 -80 34 0 48 6 76 34 21 21 34 44 34 59 0 14 -18 113 -40 219 -37 178 -43 195 -70 221 -36 32 -101 37 -139 11z\"\/><path d=\"M1163 3073 c-36 -7 -73 -59 -73 -102 0 -56 133 -378 171 -413 34 -32 83 -37 129 -13 70 36 67 87 -16 290 -86 209 -89 214 -129 231 -35 14 -42 15 -82 7z\"\/><path d=\"M3689 3066 c-15 -9 -33 -30 -42 -48 -48 -103 -147 -355 -147 -375 0 -98 131 -148 192 -74 13 15 57 108 97 206 80 196 84 226 37 273 -30 30 -99 39 -137 18z\"\/><path d=\"M583 2784 c-38 -19 -67 -74 -58 -113 9 -42 211 -354 242 -373 16 -10 45 -18 66 -18 51 0 107 52 107 100 0 39 -1 41 -124 234 -80 126 -108 162 -133 173 -41 17 -61 16 -100 -3z\"\/><path d=\"M4250 2784 c-14 -9 -74 -91 -133 -183 -95 -150 -107 -173 -107 -213 0 -55 33 -94 87 -104 67 -13 90 8 211 198 130 202 137 225 78 284 -27 27 -42 34 -72 34 -22 0 -50 -8 -64 -16z\"\/><path d=\"M2275 2693 c-553 -48 -1095 -270 -1585 -649 -135 -104 -459 -423 -483 -476 -23 -49 -22 -139 2 -186 73 -142 361 -457 571 -626 285 -228 642 -407 990 -497 242 -63 336 -73 660 -74 310 0 370 5 595 52 535 111 1045 392 1455 803 122 121 250 273 275 326 19 41 19 137 0 174 -41 79 -309 363 -465 492 -447 370 -946 591 -1479 653 -113 14 -422 18 -536 8z m395 -428 c171 -34 330 -124 456 -258 112 -119 167 -219 211 -378 27 -96 24 -300 -5 -401 -72 -255 -236 -447 -474 -557 -132 -62 -201 -76 -368 -76 -167 0 -236 14 -368 76 -213 98 -373 271 -451 485 -162 444 86 934 547 1084 153 49 292 57 452 25z m909 -232 c222 -123 408 -262 593 -441 76 -74 138 -139 138 -144 0 -16 -233 -242 -330 -319 -155 -123 -309 -223 -461 -299 l-81 -41 32 46 c18 26 49 83 70 128 143 306 141 649 -6 957 -25 52 -61 116 -79 142 l-34 47 45 -20 c26 -10 76 -36 113 -56z m-2057 25 c-40 -58 -105 -190 -130 -263 -110 -324 -59 -707 132 -981 25 -35 42 -64 37 -64 -19 0 -241 119 -326 174 -188 122 -406 314 -532 468 l-58 71 108 103 c185 178 428 349 672 473 66 33 121 60 123 61 2 0 -10 -19 -26 -42z\"\/><path d=\"M2375 1950 c-198 -44 -350 -190 -395 -379 -18 -76 -8 -221 19 -290 114 -284 457 -406 731 -260 98 52 188 154 231 260 27 69 37 214 19 290 -38 163 -166 304 -326 360 -67 23 -215 33 -279 19z\"\/><\/g><\/svg><\/i> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"16\" height=\"16\" alt=\"Loading\" src=\"https:\/\/artikelana.com\/wp-content\/plugins\/page-views-count\/ajax-loader-2x.gif\" border=0 \/><\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Zarkasih Imam &nbsp; Getar suara handphone membangunkan Malik yang masih terlelap saat matahari mendekati kepala. \u201cSiapa sih, mengganggu liburanku aja,\u201d gerutu Malik seraya meraih handphone yang berjarak satu hasta dari tubuhnya yang masih memeluk bantal. \u201cIni nomer baru siapa lagi!?\u201d sekali lagi Malik mengutuk barang kecil itu yang menampilkan tujuh kali panggilan. Setelahnya Malik membuka Chating Whatsapp. Ia terperanjat, hormon tubuhnya meracuni kepala membuatnya mengangkat tubuh dan melempar bantal kesayanganya. Chating dari nomer baru itu menapilkan sebuah foto yang mengerikan. Wajah yang amat sangat ia kenal menjulurkan lidahnya, matanya melotot, lehernya terikat oleh temali, temali itu bergelantungan diatas pohon mangga. Mengangkat tubuh yang masih segar terbujur kaku, kakinya tidak menyentuh tanah. foto itu diperbesar. \u201cTidak mungkin, pasti bukan dia,\u201d gumam Malik berkalang kepanikan ditengah kesukaran hatinya. Mata Malik melotot, mulutnya menganga, \u201cbenar itu dia,\u201d seketika handphone itu dengan kasar dilempar ke atas atas meja, \u201cbraak.\u201d Malik ketakutan, segera ia menjauhkan diri dari benda bernyawa itu. Suara notifikasi laksana genderang perang, bunyinya tiada henti membisingkan telinga. Perlahan ia mendekati kembali handphone nya, penuh keraguan ia menjulurkan tangan coba merengkuh barang yang setiap hari menjadi teman, kini bagai arang yang membara. Sekelebat barang pintar itu sudah berada di genggaman tangan Malik, ia membuka chatingan nomer tidak dikenal itu. Setiap kalimatnya ia baca kata demi kata. \u201cSaya istrinya Affan. Puas kamu\u00a0 melihat dia gantung diri!\u201d membacanya Malik semakin ketakutan. \u201cKamu harus bertanggung jawab atas kematian Affan!\u201d Hati Malik kini begemuruh mendapati kalimat yang menyalahkannya. Detak jantungnya berpacu hebat, berontak tak beraturan. Sebuah screenshot foto postingan Facebook turut menyertai chatingan itu. Foto itu bertuliskan; \u201cDitunggu i\u2019tikad baiknya kepada Affan Afandi anak dari Bapak H. Markum dan Hj. Maesaroh juga Istri dari Affan Affandi, Nita Komalasari Binti H. Zaenudin dan Hj. Munawaroh.\u201d Malik memperhatikan nama Akun Facebook yang mempostingnya, Andika Slash. \u201cBangkeee, Goblok!\u201d Malik mengumpat seorang diri mendapat nama Akun itu. Malik mencari nomer keponakannya itu di handphone nya, penuh emosi ia segera menelponnya. \u201cAnjing, gak diangkat-angkat!\u201d umpatan Malik membersamai suara dering panggilan. \u201cHallo, Om!\u201d kalimat dibalik layar Malik mulai terdengar. \u201cTolol, saya suruh kamu buat nagih hutang di rumahnya, bukan mempostingnnya. Anjing!\u201d Malik meluapkan amarahnya. \u201cOm, berkali-kali saya datengin rumahnya. Sama sekali gak pernah di respon. Dihubungi juga susah,\u201d terang Andika membela diri. \u201cTai, tai! Dia mati, Dik. Gantung diri,\u201d Malik bingung harus percaya atau tidak kepada keponakannya. \u201cBarusan istrinya ngechat, menyalahkan saya. Dia minta pertanggug jawaban,\u201d sambung Malik. \u201cSaya sudah tau. Lagian matinya bukan karna postingan itu juga kali, Om,\u201d enteng Andika menjawab. \u201cYa, terus karna apa? \u00a0istrinya menyangka karna Postingan itu.\u201d \u201cCoba kalau dia mau menemui saya dirumahnya. Saya juga tidak memposting itu, Om. Saya posting hanya bertahan satu menit setelah itu saya hapus postinganya.\u201d \u201cTerus gimana ceritanya bisa menyebar?\u201d \u201cSaya posting di Group daerah saya, mungkin netizen sudah menscreenshotnya.\u201d \u201cAggggggh,\u201d erang Malik, kesal. \u201cYaudah, si Om. Bukan salah kita juga. Dia aja yang Bangsat. Punya utang malah kabur gak jelas. Katanya orang kaya, bayangin aj, Om rumah mertuanya aja besar, Toko Kain di depan rumahnya lantai dua. Masa punya utang segitu aja kabur-kaburan.\u201d \u201cTau, saya tau!\u201d \u201cTuh, kan! Pasti juga Om berani minjemin ke dia Karna dia Bos Kain kan, dia orang punya kan? Nyatanya apa, dia gak ada i\u2019tikad baik buat bayar hutangnya kan!\u201d \u201cIyaaaah, tapi kenapa harus gini, sih. Apa saya terlalu kasar saat menagih ke dia?\u201d Malik teringat ucapannya, umpatanya saat ia mencoba menagih ke Affan. \u201cOm, udah gak usah nyalahin diri sendiri gitu. Justru saya kasian sama Om. Om harus ngebayar cicilannya di pinjol. Sepuluh \u00a0juta tuh gede loh, Om! Pasti Om juga di teror oleh pihak pinjol kan, sekarang dia mati siapa coba yang mau ganti uang itu. Istrinya? Mertuanya? Atau orang tuanya?\u201d \u201cAaaaaaagh, bangsat! Bajingan,\u201d mendengar ocehan kepoankannya itu, Malik membisu. Hati dan pikirannya seakan diterpa badai di musim hujan. \u201cKamu disana gimana sekarang?\u201d tanya Malik. \u201cSekarang saya gak berani kemana-mana.\u201d \u201cSebaiknya kamu jangan kemana-mana dulu. Tunggu sampai ini mereda.\u201d \u201cIyah, Om.\u201d Pembicaraan kedua lelaki itu berhenti saat hujan turun di tengah siang bolong. Gemrecik air hujan seakan peluru yang mendesir dari berbagai arah menuju Malik yang tengah membeku. Pikiranya melayang-layang membayangkan wajah Affan saat datang kepadanya malam-malam beserta temannya tempo hari. Lamunan Malik pecah berserakan mendengar dering handphone nyakembali datang seperti petir yang menyertai hujan di siang itu. Malik hanya melirik, sekali lagi nomor baru tertera di layar handphone nya. Keraguan menyelimuti Malik kembali untuk menjawab paggilan itu. Sesaat Malik menarik nafas dalam dan menyingkap tombol hijau, \u201cSiapa ini?\u201d tanya Malik dengan ketus kepada orang di sebrang sana. \u201cMas, saya temennya Affan yang waktu itu malam dateng ke rumah, Mas.\u201d \u201cArdi?\u201d Malik memastikan. \u201cBener, Mas. Tau gak mas, ketika mas meminjamkan uang kepada Affan malam itu. Sebenarnya uang itu buat bayar hutang ke saya.\u00a0 Makanya di transfernya langsung ke rekening saya, kan!\u201d terang Ardi. Malik yang mendengar keterangan Ardi semakin geram, wajahnya menatap tajam ke arah jendela kamarnya. \u201cSekarang Affan sudah meninggal, dia gantung diri. Viral, mas. Secara dia gantung diri di parkiran pasar, jelas membuat geger orang-orang pasar. Sumpah, banyak yang gak nyangka,\u201d lanjut Ardi bercerita. \u201cSebenarnya apa yang terjadi dengan Affan, kok sampai nekat gitu,\u201d tanya Malik dengan nada dingin. \u201cMas Malik sedang menjadi perbincangan disana. Sebaiknya mas Malik ke rumah Affan. Jangan sampai isu yang beredar di keluarga Affan dan keluarga mertuanya bahwa Mas Malik sebagai penyebabnya.\u201d Mendengar kalimat terakhir Ardi membuat dada Malik berdegup kencang, suaranya mengalahkan air hujan yang menghantam genteng rumahnya. Nafasnya tak beraturan, tangannya gemetar. Kakinya terus ia gerakan ditempat. Kepanikan semakin menyelimuti pikiranya, sepertinya awan hitam di luar kamarnya beralih ke kepalanya. \u201cAku harus selesaikan ini,\u201d gumam Malik dalam kepanikan. \u201cSore ini saya akan kesana!\u201d tegas Malik menjawab permintaan Ardi. Telepon pun terputus suara Ardi menghilang dari balik handphone nya. Segera Malik menelpon teman kantornya untuk menemaninya menemui keluarga Affan. Tiba-tiba sebuah pesan Whatsapp dari istri Affan menganggu pandangannya yang baru saja selesai menelpon teman kantornya. \u201cPokoknya sampai nama akun yang memposting masalah Affan tidak menemui kami. Akan saya laporkan kamu dan dia ke Polisi!\u201d Hati yang barus aja teguh, sekali lagi terhentak membaca pesan itu. Tak kuasa Malik menahan emosinya. \u201cApalagi ini, anjing!\u201d Malik membanting Hanphonenya ke kasur. Rambutnya ia acak-acak sejadi-jadinya, jeritanya bagai di dalam air, \u201caaaaaaaaaaagh,\u201d hanya dirinya yang mampu mendengar. Isi Kepalanya berkecamuk hebat. Malik meninggalkan kamarnya segera bergegas membasuh tubuh dan kepalanya yang hampir saja meledak. *** Selepas\u00a0 suara Adzan Ashar berkumandang Malik dan teman kantornya mengendarai mobil menuju ke pusara Affan berbekal informasi dari Ardi lokasi Affan di kebumikan. Dengan hati yang resah ia memantapkan langkah kakinya menuju pusara Affan yang masih basah bertabur kembang tujuh rupa dan dan daun pandan yang beraturan berbanjar tujuh baris memenuhi pusaranya. Pandangan Malik kosong menatap batu nisan\u00a0 bertuliskan \u201cAffan Afandi bin H. Markum dan Hj. Maesaroh\u201d. Lengkap dengan tanggal lahir dan tanggal kematinnya, \u201cLahir, 11 Juni 1996 \u2013 Meninggal, 1 Januri 2025.\u201d Ingatan\u00a0 Malik kembali pada Affan. Teman yang dulu ia kenal gigih dalam memperjuangkan keinginannya, kesusksesan dimasa muda, istri yang cantik, mertua dan orang tua yang kaya \u00a0membuat iri teman lainnya kini terbaring berkalang tanah dengan kematiaan yang naas. Rasa penasaran mulai menghantui benak Malik; \u201cApa yang sebenarnya terjadi, mustahil kalau hanya gara-gara ucapanku yang kasar saat menagih dan Postingan itu. Tidak mungkin, pasti ada sesuatu yang lebih besar,\u201d Malik membatin, meragukan penyebab kematian Affan karnanya. \u201cLik, doakan dia,\u201d perintah teman Malik. Lamunan Malik buyar, segera ia mendongakan kedua tanganya sambil bersimpuh di depan pusara Affan. Rapalan doa terus Malik panjatkan penuh hikmat. \u201cAyok, Lik. Keburu gelap,\u201d kembali teman Malik meminta. Malik menyudahi doanya dan segera beranjak dari pusara Affan sambil mengusap pipinya yang sedikit basah oleh air mata. Teman Malik memegang kemudi supir dan melesat meninggalkan Pusara Affan menuju ruamah kedua orang tua Al-Marhum. Sesampainya di depan rumah duka, Malik tidak beranjak dari tempat duduknya, ia hanya mentap tajam rumah itu yang masih dipenuhi bendera kuning dan orang-orang mulai berhamburan meninggalkan rumah itu dari balik kaca mobil. \u201cGak usah khawatir, kamu tidak salah. Jelaskan apa adanya. Saya akan menjadi saksi apa yang akan mereka lakukan kepada kamu. Yuk ,kita turun,\u201d teman Malik meyakinkan. Malik mulai membuka pintu mobilnya, ia melangkah penuh keyakinan menuju rumah bergerbang hitam yang besar. \u201cAssalamulaiku,\u201d teman malik memulai masuk. \u201cWalaikum salam. Mari masuk, temannya Affan yah!\u201d orang yang berpeci hita setengah baya itu menyambut Malik dan temanya ramah. \u201cIyah, saya Ibnu dan ini Malik,\u201d ujar Ibnu teman kantor Malik. Mendengar nama malik kedua pasang mata yang tengah berbincang mendadak melotot tajam, Melihat Malik seperti kijang yang siap diterkam oleh harimau. Pria bersarung lurik dan mengenakan peci hitam serta seorang wanita paruh baya yang mengenakan kerudung pasmina, gelang emasnya berjejer di tangan dengan tergopoh mengahmpiri Malik yang baru saja duduk di kursi tamu. \u201cGara-gara kamu anak saya mati!\u201d tiba-tiba, pria berpeci putih marah dengan menjuk muka Malik. Orang-orang yang mendengar amukan itu terperanjat memandanginya. \u201cKamu harus bertanggung jawab atas kematiannya,\u201d pekik pria yang akrab disapa Pak Haji. \u201cBapak jangan asal menuduh, saya datang kesini dengan niat baik,\u201d jawab Malik tegas. \u201cSalah anak saya apa, sehingga kamu tega!\u201d giliran wanita yang mengenakan perhiasan mencecar Malik. \u201cPak, bu sabar dulu. Dengarkan Malik memberikan penjelasannya,\u201d Ibnu menengahi. \u201cTidak ada yang perlu dijelaskan, jelas-jelas dia yang membuat anak saya terbunuh,\u201d Haji Makrom menolak dengan kasar. \u201cSaya datang kesini tidak untuk mencari ribut. Saya datang kesini untuk menjelaskan duduk perkaranya. Anak Kalian hutang sama saya,\u201d ujar Malik dengan tegas dan lantang. \u201cBerapa hutangnya, apa ratusan juta atau milyaran. Cuiiih,\u201d Haji Makrom meludah, \u201cHutang hanya jutaan sampai menyuruh keponakanmu mencemarkan nama baik anak saya di Facebook.\u201d \u201cDimana letak pencemaran nama baik itu\u201d suara Malik sedikit meninggi. \u201cKalau saja Affan tidak susah dihubunginnya, tidak akan terjadi hal seperti ini,\u201d \u201cKamu kan bisa datang kerumah ini,\u201d Haji Makrom masih bertahan dalan posisinya. \u201cBerkali-kali keponakan saya datang kerumah ini, bahkan ke rumah istrinya sama sekali tidak ada tanggapan.\u201d Tiba-tiba seorang pria sedikit lebih tua dari Malik datang melerai perdebatan mereka. \u201cPak, Bu. Sudah. Malu sama orang lain,\u201d ujar pria itu dan menjauhkan Haji Makrom dari Malik. Haji Makrom seketika membeku, wajahnya merah, sorot matanya tajam memandang Malik. \u201cPerkenalkan mas, saya kakanya Affan,\u201d kakanya Affan dengan sopan memperkenalkan diri dan duduk berhadapan dengan Malik, \u201cberapa hutang adik saya kepada anda?\u201d \u201cAffan meminjam saat itu totalnya sepuluh juta, sekarang hanya tinggal enam juta,\u201d Dengan nada tenang, \u201cGini mas. Kenapa kita menduga anda sebagai penyebabnya, ini yang kami temukan di saku celana\u00a0 Affan saat dia gantung diri,\u201d Kakanya Affan memberikan secarik kertas kecil. Malik menatap tajam secarik kertas itu dan ia mengambilnya. Tertulis di dalamnya; Titip anak dalam kandungan dan Malik No. Rek 084655769 BCA. Malik sok, tak hentinya mata Malik menatap namanya tertera dalam wasiat orang yang mati Bunuh Diri. Tubuhnya seketika lemas, wajahnya tertunduk. \u201cDitambah saat kami membuka handphone nya Affan, mas Malik menagih hutang dengan kata-kata kasar. Dan selang satu hari Affan bunuh diri. Jadi jelas wajar orang tua saya menuduh mas Malik.\u201d \u201cSumpah, mas saya tidak pernah ada maksud&#8230;&#8230;\u201d suara Malik terhenti. \u201cSaya paham mas, berkali-kali sudah saya jelaskn kepada orang tua saya kalau mas Malik bukan penyebab kematian Affan, tapi dia tetap tidak percaya.\u201d \u201cSaya tidak akan pernah membayar hutang Affan sebelumm keponakan kamu yang menyabarkan itu di sosmed datang kemari,\u201d Ibunya Affan tiba-tiba datang menyambar kedua anak muda itu. \u201cBu, saya datang kesini sudah ikhlaaaas,\u201d jawab Malik dengan nada yang mengayun. Ibunya Affan langsung berlalu meninggalkan orang-orang yang ada di\u00a0 kursi tamu dengan membuang muka. \u201cMaafkan sikap orang tua saya, mas,\u201d dengan rendah hati kakanya Affan berujar. \u201cSebenarnya apa yang terjadi dengan Affan, Mas?\u201d \u201cHmm,\u201d kakanya Affan menghela nafas, \u201ckalau diceritakan sebenarnya ini aib.\u201d \u201cSaya tau betul Affan itu orangnya kaya gimana, tidak mungkin kalau gara-gara postingan itu. Sebenarnya ada apa, tolong kasih tau saya mas,\u201d Mimik yang memelas Malik tampakan. Sekali lagi kakanya Affan menghela nafas panjang. \u201cSaya juga tau dari keponakan saya, masih keponakan Affan juga. Affan kalau lagi ada masalah atau mau punya hajat pasti ceritanya ke dia,\u201d kakanya Affan merapihkan duduknya.\u00a0 \u201cJadi kata keponakan saya kalau Affan sebenarnya Tujuh bulan terkahir setelah berumah tangga kehidupannya berubah drastis.\u201d Malik mulai menelan ludahnya sendiri. \u201cDia tertekan dengan gaya hidup istrinya yang&#8230;<\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n<p id=\"pvc_stats_310\" class=\"pvc_stats total_only  \" data-element-id=\"310\" style=\"\"><i class=\"pvc-stats-icon medium\" aria-hidden=\"true\"><svg xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" version=\"1.0\" viewBox=\"0 0 502 315\" preserveAspectRatio=\"xMidYMid meet\"><g transform=\"translate(0,332) scale(0.1,-0.1)\" fill=\"\" stroke=\"none\"><path d=\"M2394 3279 l-29 -30 -3 -207 c-2 -182 0 -211 15 -242 39 -76 157 -76 196 0 15 31 17 60 15 243 l-3 209 -33 29 c-26 23 -41 29 -80 29 -41 0 -53 -5 -78 -31z\"\/><path d=\"M3085 3251 c-45 -19 -58 -50 -96 -229 -47 -217 -49 -260 -13 -295 52 -53 146 -42 177 20 16 31 87 366 87 410 0 70 -86 122 -155 94z\"\/><path d=\"M1751 3234 c-13 -9 -29 -31 -37 -50 -12 -29 -10 -49 21 -204 19 -94 39 -189 45 -210 14 -50 54 -80 110 -80 34 0 48 6 76 34 21 21 34 44 34 59 0 14 -18 113 -40 219 -37 178 -43 195 -70 221 -36 32 -101 37 -139 11z\"\/><path d=\"M1163 3073 c-36 -7 -73 -59 -73 -102 0 -56 133 -378 171 -413 34 -32 83 -37 129 -13 70 36 67 87 -16 290 -86 209 -89 214 -129 231 -35 14 -42 15 -82 7z\"\/><path d=\"M3689 3066 c-15 -9 -33 -30 -42 -48 -48 -103 -147 -355 -147 -375 0 -98 131 -148 192 -74 13 15 57 108 97 206 80 196 84 226 37 273 -30 30 -99 39 -137 18z\"\/><path d=\"M583 2784 c-38 -19 -67 -74 -58 -113 9 -42 211 -354 242 -373 16 -10 45 -18 66 -18 51 0 107 52 107 100 0 39 -1 41 -124 234 -80 126 -108 162 -133 173 -41 17 -61 16 -100 -3z\"\/><path d=\"M4250 2784 c-14 -9 -74 -91 -133 -183 -95 -150 -107 -173 -107 -213 0 -55 33 -94 87 -104 67 -13 90 8 211 198 130 202 137 225 78 284 -27 27 -42 34 -72 34 -22 0 -50 -8 -64 -16z\"\/><path d=\"M2275 2693 c-553 -48 -1095 -270 -1585 -649 -135 -104 -459 -423 -483 -476 -23 -49 -22 -139 2 -186 73 -142 361 -457 571 -626 285 -228 642 -407 990 -497 242 -63 336 -73 660 -74 310 0 370 5 595 52 535 111 1045 392 1455 803 122 121 250 273 275 326 19 41 19 137 0 174 -41 79 -309 363 -465 492 -447 370 -946 591 -1479 653 -113 14 -422 18 -536 8z m395 -428 c171 -34 330 -124 456 -258 112 -119 167 -219 211 -378 27 -96 24 -300 -5 -401 -72 -255 -236 -447 -474 -557 -132 -62 -201 -76 -368 -76 -167 0 -236 14 -368 76 -213 98 -373 271 -451 485 -162 444 86 934 547 1084 153 49 292 57 452 25z m909 -232 c222 -123 408 -262 593 -441 76 -74 138 -139 138 -144 0 -16 -233 -242 -330 -319 -155 -123 -309 -223 -461 -299 l-81 -41 32 46 c18 26 49 83 70 128 143 306 141 649 -6 957 -25 52 -61 116 -79 142 l-34 47 45 -20 c26 -10 76 -36 113 -56z m-2057 25 c-40 -58 -105 -190 -130 -263 -110 -324 -59 -707 132 -981 25 -35 42 -64 37 -64 -19 0 -241 119 -326 174 -188 122 -406 314 -532 468 l-58 71 108 103 c185 178 428 349 672 473 66 33 121 60 123 61 2 0 -10 -19 -26 -42z\"\/><path d=\"M2375 1950 c-198 -44 -350 -190 -395 -379 -18 -76 -8 -221 19 -290 114 -284 457 -406 731 -260 98 52 188 154 231 260 27 69 37 214 19 290 -38 163 -166 304 -326 360 -67 23 -215 33 -279 19z\"\/><\/g><\/svg><\/i> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"16\" height=\"16\" alt=\"Loading\" src=\"https:\/\/artikelana.com\/wp-content\/plugins\/page-views-count\/ajax-loader-2x.gif\" border=0 \/><\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":408,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[23],"tags":[191,193,196,198,192,195,194,197],"class_list":["post-310","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-cerita-rasa","tag-cerpen-misteri","tag-cerpen-pinjol","tag-hutang-piutang","tag-misteri-pesan-whatsapp","tag-ruang-fiksi-artikelana","tag-tekanan-hidup-hedonis","tag-tragedi-bunuh-diri","tag-wasiat-terakhir"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.5 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Cerpen Kelam Tentang Gengsi dan Pinjaman Online<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Berawal dari sebuah foto mengerikan di WhatsApp, Malik terseret dalam misteri kematian Affan. Apa benar pesan di secarik kertas wasiat itu karena ulahnya? Simak cerpen emosional di Artikelana\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/artikelana.com\/index.php\/2026\/03\/07\/artikelana-com-ruang-fiksi-cerpen-wasiat-kematian-affan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cerpen Kelam Tentang Gengsi dan Pinjaman Online\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Berawal dari sebuah foto mengerikan di WhatsApp, Malik terseret dalam misteri kematian Affan. Apa benar pesan di secarik kertas wasiat itu karena ulahnya? Simak cerpen emosional di Artikelana\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/artikelana.com\/index.php\/2026\/03\/07\/artikelana-com-ruang-fiksi-cerpen-wasiat-kematian-affan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Artikelana\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-03-07T07:32:16+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-03-07T07:33:30+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/artikelana.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Pria-menatap-secarik-kertas-wasiat-di-tengah-suasana-rumah-duka-yang-gelap-dan-muram-ilustrasi-cerpen-Artikelana.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1408\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"768\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"14 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/artikelana.com\\\/index.php\\\/2026\\\/03\\\/07\\\/artikelana-com-ruang-fiksi-cerpen-wasiat-kematian-affan\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/artikelana.com\\\/index.php\\\/2026\\\/03\\\/07\\\/artikelana-com-ruang-fiksi-cerpen-wasiat-kematian-affan\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/artikelana.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/c3b8803a05994e4eec7fb6895c9067ea\"},\"headline\":\"SECARIK KERTAS\",\"datePublished\":\"2026-03-07T07:32:16+00:00\",\"dateModified\":\"2026-03-07T07:33:30+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/artikelana.com\\\/index.php\\\/2026\\\/03\\\/07\\\/artikelana-com-ruang-fiksi-cerpen-wasiat-kematian-affan\\\/\"},\"wordCount\":2429,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/artikelana.com\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/artikelana.com\\\/index.php\\\/2026\\\/03\\\/07\\\/artikelana-com-ruang-fiksi-cerpen-wasiat-kematian-affan\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/artikelana.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/03\\\/Pria-menatap-secarik-kertas-wasiat-di-tengah-suasana-rumah-duka-yang-gelap-dan-muram-ilustrasi-cerpen-Artikelana.png\",\"keywords\":[\"Cerpen misteri\",\"cerpen pinjol\",\"hutang piutang\",\"misteri pesan WhatsApp\",\"Ruang Fiksi Artikelana\",\"Tekanan hidup hedonis\",\"tragedi bunuh diri\",\"wasiat terakhir\"],\"articleSection\":[\"Cerita Rasa\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/artikelana.com\\\/index.php\\\/2026\\\/03\\\/07\\\/artikelana-com-ruang-fiksi-cerpen-wasiat-kematian-affan\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/artikelana.com\\\/index.php\\\/2026\\\/03\\\/07\\\/artikelana-com-ruang-fiksi-cerpen-wasiat-kematian-affan\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/artikelana.com\\\/index.php\\\/2026\\\/03\\\/07\\\/artikelana-com-ruang-fiksi-cerpen-wasiat-kematian-affan\\\/\",\"name\":\"Cerpen Kelam Tentang Gengsi dan Pinjaman Online\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/artikelana.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/artikelana.com\\\/index.php\\\/2026\\\/03\\\/07\\\/artikelana-com-ruang-fiksi-cerpen-wasiat-kematian-affan\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/artikelana.com\\\/index.php\\\/2026\\\/03\\\/07\\\/artikelana-com-ruang-fiksi-cerpen-wasiat-kematian-affan\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/artikelana.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/03\\\/Pria-menatap-secarik-kertas-wasiat-di-tengah-suasana-rumah-duka-yang-gelap-dan-muram-ilustrasi-cerpen-Artikelana.png\",\"datePublished\":\"2026-03-07T07:32:16+00:00\",\"dateModified\":\"2026-03-07T07:33:30+00:00\",\"description\":\"Berawal dari sebuah foto mengerikan di WhatsApp, Malik terseret dalam misteri kematian Affan. Apa benar pesan di secarik kertas wasiat itu karena ulahnya? Simak cerpen emosional di Artikelana\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/artikelana.com\\\/index.php\\\/2026\\\/03\\\/07\\\/artikelana-com-ruang-fiksi-cerpen-wasiat-kematian-affan\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/artikelana.com\\\/index.php\\\/2026\\\/03\\\/07\\\/artikelana-com-ruang-fiksi-cerpen-wasiat-kematian-affan\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/artikelana.com\\\/index.php\\\/2026\\\/03\\\/07\\\/artikelana-com-ruang-fiksi-cerpen-wasiat-kematian-affan\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/artikelana.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/03\\\/Pria-menatap-secarik-kertas-wasiat-di-tengah-suasana-rumah-duka-yang-gelap-dan-muram-ilustrasi-cerpen-Artikelana.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/artikelana.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/03\\\/Pria-menatap-secarik-kertas-wasiat-di-tengah-suasana-rumah-duka-yang-gelap-dan-muram-ilustrasi-cerpen-Artikelana.png\",\"width\":1408,\"height\":768,\"caption\":\"Pria menatap secarik kertas wasiat di tengah suasana rumah duka yang gelap dan muram, ilustrasi cerpen Artikelana\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/artikelana.com\\\/index.php\\\/2026\\\/03\\\/07\\\/artikelana-com-ruang-fiksi-cerpen-wasiat-kematian-affan\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/artikelana.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"SECARIK KERTAS\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/artikelana.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/artikelana.com\\\/\",\"name\":\"Artikelana\",\"description\":\"Cerita Tak Hanya Dibaca, Tapi Dirasa\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/artikelana.com\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/artikelana.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/artikelana.com\\\/#organization\",\"name\":\"Artikelana\",\"url\":\"https:\\\/\\\/artikelana.com\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/artikelana.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/artikelana.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/08\\\/cropped-artikelana-logo-scaled-1.webp\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/artikelana.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/08\\\/cropped-artikelana-logo-scaled-1.webp\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"Artikelana\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/artikelana.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/artikelana.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/c3b8803a05994e4eec7fb6895c9067ea\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/5fc1ff56f49d34fed5e1418835236cfa8d7f929d62b0edf3c2fe0e75d8922cc7?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/5fc1ff56f49d34fed5e1418835236cfa8d7f929d62b0edf3c2fe0e75d8922cc7?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/5fc1ff56f49d34fed5e1418835236cfa8d7f929d62b0edf3c2fe0e75d8922cc7?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/artikelana.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/artikelana.com\\\/index.php\\\/author\\\/admin\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cerpen Kelam Tentang Gengsi dan Pinjaman Online","description":"Berawal dari sebuah foto mengerikan di WhatsApp, Malik terseret dalam misteri kematian Affan. Apa benar pesan di secarik kertas wasiat itu karena ulahnya? Simak cerpen emosional di Artikelana","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/artikelana.com\/index.php\/2026\/03\/07\/artikelana-com-ruang-fiksi-cerpen-wasiat-kematian-affan\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Cerpen Kelam Tentang Gengsi dan Pinjaman Online","og_description":"Berawal dari sebuah foto mengerikan di WhatsApp, Malik terseret dalam misteri kematian Affan. Apa benar pesan di secarik kertas wasiat itu karena ulahnya? Simak cerpen emosional di Artikelana","og_url":"https:\/\/artikelana.com\/index.php\/2026\/03\/07\/artikelana-com-ruang-fiksi-cerpen-wasiat-kematian-affan\/","og_site_name":"Artikelana","article_published_time":"2026-03-07T07:32:16+00:00","article_modified_time":"2026-03-07T07:33:30+00:00","og_image":[{"width":1408,"height":768,"url":"https:\/\/artikelana.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Pria-menatap-secarik-kertas-wasiat-di-tengah-suasana-rumah-duka-yang-gelap-dan-muram-ilustrasi-cerpen-Artikelana.png","type":"image\/png"}],"author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"admin","Estimasi waktu membaca":"14 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/artikelana.com\/index.php\/2026\/03\/07\/artikelana-com-ruang-fiksi-cerpen-wasiat-kematian-affan\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/artikelana.com\/index.php\/2026\/03\/07\/artikelana-com-ruang-fiksi-cerpen-wasiat-kematian-affan\/"},"author":{"name":"admin","@id":"https:\/\/artikelana.com\/#\/schema\/person\/c3b8803a05994e4eec7fb6895c9067ea"},"headline":"SECARIK KERTAS","datePublished":"2026-03-07T07:32:16+00:00","dateModified":"2026-03-07T07:33:30+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/artikelana.com\/index.php\/2026\/03\/07\/artikelana-com-ruang-fiksi-cerpen-wasiat-kematian-affan\/"},"wordCount":2429,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/artikelana.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/artikelana.com\/index.php\/2026\/03\/07\/artikelana-com-ruang-fiksi-cerpen-wasiat-kematian-affan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/artikelana.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Pria-menatap-secarik-kertas-wasiat-di-tengah-suasana-rumah-duka-yang-gelap-dan-muram-ilustrasi-cerpen-Artikelana.png","keywords":["Cerpen misteri","cerpen pinjol","hutang piutang","misteri pesan WhatsApp","Ruang Fiksi Artikelana","Tekanan hidup hedonis","tragedi bunuh diri","wasiat terakhir"],"articleSection":["Cerita Rasa"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/artikelana.com\/index.php\/2026\/03\/07\/artikelana-com-ruang-fiksi-cerpen-wasiat-kematian-affan\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/artikelana.com\/index.php\/2026\/03\/07\/artikelana-com-ruang-fiksi-cerpen-wasiat-kematian-affan\/","url":"https:\/\/artikelana.com\/index.php\/2026\/03\/07\/artikelana-com-ruang-fiksi-cerpen-wasiat-kematian-affan\/","name":"Cerpen Kelam Tentang Gengsi dan Pinjaman Online","isPartOf":{"@id":"https:\/\/artikelana.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/artikelana.com\/index.php\/2026\/03\/07\/artikelana-com-ruang-fiksi-cerpen-wasiat-kematian-affan\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/artikelana.com\/index.php\/2026\/03\/07\/artikelana-com-ruang-fiksi-cerpen-wasiat-kematian-affan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/artikelana.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Pria-menatap-secarik-kertas-wasiat-di-tengah-suasana-rumah-duka-yang-gelap-dan-muram-ilustrasi-cerpen-Artikelana.png","datePublished":"2026-03-07T07:32:16+00:00","dateModified":"2026-03-07T07:33:30+00:00","description":"Berawal dari sebuah foto mengerikan di WhatsApp, Malik terseret dalam misteri kematian Affan. Apa benar pesan di secarik kertas wasiat itu karena ulahnya? Simak cerpen emosional di Artikelana","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/artikelana.com\/index.php\/2026\/03\/07\/artikelana-com-ruang-fiksi-cerpen-wasiat-kematian-affan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/artikelana.com\/index.php\/2026\/03\/07\/artikelana-com-ruang-fiksi-cerpen-wasiat-kematian-affan\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/artikelana.com\/index.php\/2026\/03\/07\/artikelana-com-ruang-fiksi-cerpen-wasiat-kematian-affan\/#primaryimage","url":"https:\/\/artikelana.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Pria-menatap-secarik-kertas-wasiat-di-tengah-suasana-rumah-duka-yang-gelap-dan-muram-ilustrasi-cerpen-Artikelana.png","contentUrl":"https:\/\/artikelana.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Pria-menatap-secarik-kertas-wasiat-di-tengah-suasana-rumah-duka-yang-gelap-dan-muram-ilustrasi-cerpen-Artikelana.png","width":1408,"height":768,"caption":"Pria menatap secarik kertas wasiat di tengah suasana rumah duka yang gelap dan muram, ilustrasi cerpen Artikelana"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/artikelana.com\/index.php\/2026\/03\/07\/artikelana-com-ruang-fiksi-cerpen-wasiat-kematian-affan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/artikelana.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"SECARIK KERTAS"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/artikelana.com\/#website","url":"https:\/\/artikelana.com\/","name":"Artikelana","description":"Cerita Tak Hanya Dibaca, Tapi Dirasa","publisher":{"@id":"https:\/\/artikelana.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/artikelana.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/artikelana.com\/#organization","name":"Artikelana","url":"https:\/\/artikelana.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/artikelana.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/artikelana.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/cropped-artikelana-logo-scaled-1.webp","contentUrl":"https:\/\/artikelana.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/cropped-artikelana-logo-scaled-1.webp","width":512,"height":512,"caption":"Artikelana"},"image":{"@id":"https:\/\/artikelana.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/artikelana.com\/#\/schema\/person\/c3b8803a05994e4eec7fb6895c9067ea","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5fc1ff56f49d34fed5e1418835236cfa8d7f929d62b0edf3c2fe0e75d8922cc7?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5fc1ff56f49d34fed5e1418835236cfa8d7f929d62b0edf3c2fe0e75d8922cc7?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5fc1ff56f49d34fed5e1418835236cfa8d7f929d62b0edf3c2fe0e75d8922cc7?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin"},"sameAs":["https:\/\/artikelana.com"],"url":"https:\/\/artikelana.com\/index.php\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/artikelana.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/310","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/artikelana.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/artikelana.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/artikelana.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/artikelana.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=310"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/artikelana.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/310\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":412,"href":"https:\/\/artikelana.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/310\/revisions\/412"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/artikelana.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/408"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/artikelana.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=310"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/artikelana.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=310"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/artikelana.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=310"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}