{"id":155,"date":"2025-07-04T04:20:01","date_gmt":"2025-07-04T04:20:01","guid":{"rendered":"https:\/\/artikelana.com\/?p=155"},"modified":"2025-07-18T07:34:59","modified_gmt":"2025-07-18T07:34:59","slug":"absen-nomor-18-lintang-samudra","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/artikelana.com\/index.php\/2025\/07\/04\/absen-nomor-18-lintang-samudra\/","title":{"rendered":"Absen Nomor 18 : Lintang Samudra"},"content":{"rendered":"<blockquote>\n<p data-pm-slice=\"1 1 []\">Tentang seseorang yang selalu hadir, tapi tak pernah benar-benar dilihat.<\/p>\n<p><em>Cerpen oleh : Qi2 &amp; Rasa | <span style=\"font-size: 10pt;\">30 Juni 2025<\/span><\/em><\/p><\/blockquote>\n<h2><span style=\"font-size: 14pt; font-family: 'Comic Sans MS', sans-serif;\"><strong>Bagian I: <em>Yang Duduk Paling Belakang<\/em><\/strong><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-family: Verdana, Geneva;\">Namanya Lintang Samudra. Absen nomor 18. Duduk di pojok kanan belakang, dekat jendela. Tempat di mana cahaya pagi datang lebih dulu\u2014tapi sering terhalang punggung teman-temannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Verdana, Geneva;\">Dia datang tepat waktu. Tidak pernah terlambat, tapi juga tidak pernah terlihat benar-benar hadir. Tidak ada yang membencinya. Tapi juga, tidak banyak yang benar-benar tahu siapa dia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Verdana, Geneva;\">Kalau kamu minta teman-temannya menggambarkan Lintang, jawabannya mungkin seperti ini:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Verdana, Geneva;\">&#8220;Oh, yang kurus itu ya?&#8221; &#8220;Yang duduknya di belakang terus?&#8221; &#8220;Kayaknya pinter, tapi diem aja.&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Verdana, Geneva;\">Lintang bukan siapa-siapa. Tapi selalu ada. Dan mungkin karena terlalu <em>ada<\/em>, dia jadi tak terlihat.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt; font-family: 'Comic Sans MS', sans-serif;\"><strong>Bagian II: <em>Tugas Kelompok dan Guru Bahasa Indonesia<\/em><\/strong><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-family: Verdana, Geneva;\">Hari itu, kelas seperti biasa. Bising. Terlalu banyak suara, tapi tidak ada yang benar-benar terdengar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Verdana, Geneva;\">Ibu Winda, guru Bahasa Indonesia kami, masuk dengan wajah tanpa ekspresi yang sama seperti setiap minggu. Beliau tidak galak, tapi juga tidak ramah. Hanya&#8230; tenang. Seperti seseorang yang sudah sangat lama mengamati, tapi memilih tidak ikut campur.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Verdana, Geneva;\">&#8220;Akan ada tugas kelompok minggu ini,&#8221; katanya. Semua langsung ribut, saling tunjuk, saling panggil. Yang populer membentuk lingkaran cepat, yang pendiam saling pandang penuh cemas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Verdana, Geneva;\">Dan di tengah semua itu, Lintang menunduk, menunggu. Seperti biasa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Verdana, Geneva;\">&#8220;Aku&#8230; boleh sama Lintang, Bu?&#8221; suara itu pelan, datang dari bangku dua baris di depannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Verdana, Geneva;\">Lana Raisya Putri. Absen nomor 17.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Verdana, Geneva;\">&#8220;Lintang, kamu setuju?&#8221; tanya Bu Winda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Verdana, Geneva;\">Lintang mengangkat wajah. Matanya agak kaget, tapi ia cepat mengangguk. &#8220;Ya, Bu.&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Verdana, Geneva;\">Mereka mulai bekerja dalam kelompok. Tidak terlalu dekat, tidak juga canggung. Seperti dua kutub sepi yang tahu batas, tapi saling menghormati.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Verdana, Geneva;\">&#8220;Menurutmu, Lintang, bagian ini cocok nggak kalau ditulis dengan dialog?&#8221; tanya Lana.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Verdana, Geneva;\">Lintang berpikir sebentar. &#8220;Lebih baik narasi. Biar pembaca bisa ngerasa sendiri.&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Verdana, Geneva;\">Jawabannya singkat, tapi dalam. Dan Lana mendengarkannya lebih dari siapa pun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Verdana, Geneva;\">Dari jendela kelas, Bu Winda mengamati. Tangannya memegang buku catatan kecil. Bibirnya tersenyum samar.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt; font-family: 'Comic Sans MS', sans-serif;\"><strong>Bagian III: <em>Cerita Dibacakan<\/em><\/strong><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-family: Verdana, Geneva;\">Senin pagi. Langit mendung, tapi tidak hujan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Verdana, Geneva;\">Bu Winda berdiri di depan kelas, memegang beberapa lembar kertas. \u201cBeberapa dari kalian menulis dengan sangat jujur,\u201d katanya. \u201cSaya akan bacakan satu cerita yang menurut saya&#8230; perlu kalian dengar.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Verdana, Geneva;\">Lintang menegakkan punggungnya sedikit. Tidak mencolok. Tapi cukup untuk Lana menyadarinya.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 80px;\"><span style=\"font-family: Verdana, Geneva;\">\u201cJudul: <em>Nomor 18<\/em>.\u201d<\/span><br \/>\n<span style=\"font-family: Verdana, Geneva;\">\u201cDia duduk di pojok. Sering datang paling awal. Sering juga pulang paling akhir. Tapi tidak ada yang tahu.\u201d<\/span><br \/>\n<span style=\"font-family: Verdana, Geneva;\">\u201cDia tahu nama semua orang. Tapi tidak yakin ada yang benar-benar tahu namanya.\u201d<\/span><br \/>\n<span style=\"font-family: Verdana, Geneva;\">\u201cDia mendengarkan semuanya, tapi jarang ditanya bagaimana harinya.\u201d<\/span><br \/>\n<span style=\"font-family: Verdana, Geneva;\">\u201cDia tidak ingin jadi pusat perhatian. Dia hanya ingin, sesekali, seseorang menoleh dan bilang: &#8216;Aku melihatmu.\u2019\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Verdana, Geneva;\">Beberapa anak cekikikan di awal. Tapi saat cerita berlanjut, suara itu menghilang. Kelas diam. Suara Bu Winda terdengar lebih pelan, tapi justru semakin menggema.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Verdana, Geneva;\">Lana menggigit ujung pulpen. Kalimat-kalimat itu&#8230; familiar. Terlalu dekat. Ia menoleh ke belakang. Lintang menunduk. Tapi wajahnya tidak gelisah. Lebih seperti seseorang yang akhirnya bisa bernapas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Verdana, Geneva;\">Cerita selesai. Bu Winda melipat kertasnya pelan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Verdana, Geneva;\">\u201cKadang, tulisan lebih jujur dari mulut,\u201d ucapnya. \u201cDan penulis yang baik tidak selalu yang paling vokal. Tapi mereka adalah orang-orang yang paling peka.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Verdana, Geneva;\">Lintang tidak tersenyum. Tapi matanya berubah. Dan Lana&#8230; mulai melihatnya dengan cara yang berbeda.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt; font-family: 'Comic Sans MS', sans-serif;\"><strong>Bagian IV: <em>Surat &amp; Beasiswa<\/em><\/strong><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-family: Verdana, Geneva;\">Beberapa hari setelah itu, Lintang dipanggil ke ruang guru. Saat kembali, wajahnya tenang. Tapi matanya penuh sesuatu yang belum sempat diceritakan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Verdana, Geneva;\">Hari itu, Bu Winda mendekatinya. Meletakkan amplop di mejanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Verdana, Geneva;\">&#8220;Buka di rumah. Dan tolong baca surat yang di dalamnya pelan-pelan. Karena isinya&#8230; bisa mengubah hidupmu.&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Verdana, Geneva;\">Di kamar malam itu, Lintang membuka amplop itu perlahan.<\/span><\/p>\n<ol start=\"1\" data-spread=\"false\">\n<li><span style=\"font-family: Verdana, Geneva;\">Surat resmi dari Lembaga Literasi Remaja Nasional. Konfirmasi bahwa ia diterima dalam program beasiswa menulis.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-family: Verdana, Geneva;\">Surat tangan dari Bu Winda.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"padding-left: 80px;\"><span style=\"font-family: Verdana, Geneva;\"><em>Lintang,<\/em><\/span><br \/>\n<span style=\"font-family: Verdana, Geneva;\"><em>Saya tahu kamu menulis cerita itu. Bukan hanya dari pilihan kata, tapi dari rasa yang tinggal setelah membacanya.<\/em><\/span><br \/>\n<span style=\"font-family: Verdana, Geneva;\"><em>Saya mengirimkan ceritamu ke program beasiswa yang mencari siswa yang menulis karena punya sesuatu untuk diucapkan.<\/em><\/span><br \/>\n<span style=\"font-family: Verdana, Geneva;\"><em>Beasiswa ini bukan hadiah. Ini adalah jalan.<\/em><\/span><br \/>\n<span style=\"font-family: Verdana, Geneva;\"><em>Kalau kamu menerima ini, kamu tidak lagi hanya Nomor 18. Kamu akan jadi nama yang disebut\u2014bukan karena absen, tapi karena arti.<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 80px;\"><span style=\"font-family: Verdana, Geneva;\">\u2014Bu Winda<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Verdana, Geneva;\">Lintang memegang surat itu lama. Ia menatap jendela kamar. Sunyi. Tapi tidak lagi kosong.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt; font-family: 'Comic Sans MS', sans-serif;\"><strong>Bagian V: <em>Kursi Kosong &amp; Cahaya Terakhir<\/em><\/strong><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-family: Verdana, Geneva;\">Hari itu hari terakhir sekolah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Verdana, Geneva;\">Semua orang sibuk. Ada yang tertawa, menulis kenangan di seragam, ada yang diam-diam menangis. Lintang duduk di tempatnya. Diam. Tapi matanya menatap jauh, seolah sedang menghafal sesuatu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Verdana, Geneva;\">Lana ingin bicara. Ingin menyapa. Ingin bilang: <em>Aku tahu kamu. Aku lihat kamu.<\/em> Tapi tiap kali ia mendekat, langkahnya tertahan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Verdana, Geneva;\">Hari itu, ia mencoba lagi. Satu langkah. Dua langkah. Tapi saat sampai di bangkunya&#8230;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Verdana, Geneva;\">Lintang sudah tidak ada.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Verdana, Geneva;\">Kursinya kosong.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Verdana, Geneva;\">Hanya ada secarik kertas terlipat rapi di atas meja. Tanpa nama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Verdana, Geneva;\">Lana mengambilnya. Tidak membukanya. Menyimpannya di saku rok.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Verdana, Geneva;\">Lalu duduk di kursi Lintang. Untuk pertama kalinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Verdana, Geneva;\">Cahaya matahari masuk lewat jendela. Diam. Hangat. Seperti sesuatu yang tertinggal, tapi tak bisa disentuh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Verdana, Geneva;\">Di ujung lorong, Bu Winda berdiri. Ia membuka buku kecil, membaca satu halaman yang sudah ia tandai.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 80px;\"><span style=\"font-family: Verdana, Geneva;\"><em>Nomor 18 tidak pernah benar-benar absen.<\/em><\/span><br \/>\n<span style=\"font-family: Verdana, Geneva;\"><em>Ia hanya lebih dulu lulus dari sunyi.<\/em><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Verdana, Geneva;\">Bel berbunyi. Kelas bubar. Tapi Lana belum bergerak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Verdana, Geneva;\">Ia menatap jendela. Lalu menunduk pada kertas putih yang belum dibuka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Verdana, Geneva;\">Membiarkan sunyi datang sekali lagi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Verdana, Geneva;\"><em>Selesai.<\/em><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Verdana, Geneva;\"><em>Nanti Kita lanjut ketemu dengan <a href=\"https:\/\/artikelana.com\/index.php\/2025\/07\/18\/absen-nomor-18-luna-raisa-putri\/\">Luna Raisa Putri yah<\/a><br \/>\nSeries 2<br \/>\n<\/em><\/span><a href=\"https:\/\/artikelana.com\/index.php\/2025\/07\/18\/absen-nomor-18-luna-raisa-putri\/\">Absen Nomor 18 : Luna Raisa Putri<\/a><\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n<p id=\"pvc_stats_155\" class=\"pvc_stats total_only  \" data-element-id=\"155\" style=\"\"><i class=\"pvc-stats-icon medium\" aria-hidden=\"true\"><svg xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" version=\"1.0\" viewBox=\"0 0 502 315\" preserveAspectRatio=\"xMidYMid meet\"><g transform=\"translate(0,332) scale(0.1,-0.1)\" fill=\"\" stroke=\"none\"><path d=\"M2394 3279 l-29 -30 -3 -207 c-2 -182 0 -211 15 -242 39 -76 157 -76 196 0 15 31 17 60 15 243 l-3 209 -33 29 c-26 23 -41 29 -80 29 -41 0 -53 -5 -78 -31z\"\/><path d=\"M3085 3251 c-45 -19 -58 -50 -96 -229 -47 -217 -49 -260 -13 -295 52 -53 146 -42 177 20 16 31 87 366 87 410 0 70 -86 122 -155 94z\"\/><path d=\"M1751 3234 c-13 -9 -29 -31 -37 -50 -12 -29 -10 -49 21 -204 19 -94 39 -189 45 -210 14 -50 54 -80 110 -80 34 0 48 6 76 34 21 21 34 44 34 59 0 14 -18 113 -40 219 -37 178 -43 195 -70 221 -36 32 -101 37 -139 11z\"\/><path d=\"M1163 3073 c-36 -7 -73 -59 -73 -102 0 -56 133 -378 171 -413 34 -32 83 -37 129 -13 70 36 67 87 -16 290 -86 209 -89 214 -129 231 -35 14 -42 15 -82 7z\"\/><path d=\"M3689 3066 c-15 -9 -33 -30 -42 -48 -48 -103 -147 -355 -147 -375 0 -98 131 -148 192 -74 13 15 57 108 97 206 80 196 84 226 37 273 -30 30 -99 39 -137 18z\"\/><path d=\"M583 2784 c-38 -19 -67 -74 -58 -113 9 -42 211 -354 242 -373 16 -10 45 -18 66 -18 51 0 107 52 107 100 0 39 -1 41 -124 234 -80 126 -108 162 -133 173 -41 17 -61 16 -100 -3z\"\/><path d=\"M4250 2784 c-14 -9 -74 -91 -133 -183 -95 -150 -107 -173 -107 -213 0 -55 33 -94 87 -104 67 -13 90 8 211 198 130 202 137 225 78 284 -27 27 -42 34 -72 34 -22 0 -50 -8 -64 -16z\"\/><path d=\"M2275 2693 c-553 -48 -1095 -270 -1585 -649 -135 -104 -459 -423 -483 -476 -23 -49 -22 -139 2 -186 73 -142 361 -457 571 -626 285 -228 642 -407 990 -497 242 -63 336 -73 660 -74 310 0 370 5 595 52 535 111 1045 392 1455 803 122 121 250 273 275 326 19 41 19 137 0 174 -41 79 -309 363 -465 492 -447 370 -946 591 -1479 653 -113 14 -422 18 -536 8z m395 -428 c171 -34 330 -124 456 -258 112 -119 167 -219 211 -378 27 -96 24 -300 -5 -401 -72 -255 -236 -447 -474 -557 -132 -62 -201 -76 -368 -76 -167 0 -236 14 -368 76 -213 98 -373 271 -451 485 -162 444 86 934 547 1084 153 49 292 57 452 25z m909 -232 c222 -123 408 -262 593 -441 76 -74 138 -139 138 -144 0 -16 -233 -242 -330 -319 -155 -123 -309 -223 -461 -299 l-81 -41 32 46 c18 26 49 83 70 128 143 306 141 649 -6 957 -25 52 -61 116 -79 142 l-34 47 45 -20 c26 -10 76 -36 113 -56z m-2057 25 c-40 -58 -105 -190 -130 -263 -110 -324 -59 -707 132 -981 25 -35 42 -64 37 -64 -19 0 -241 119 -326 174 -188 122 -406 314 -532 468 l-58 71 108 103 c185 178 428 349 672 473 66 33 121 60 123 61 2 0 -10 -19 -26 -42z\"\/><path d=\"M2375 1950 c-198 -44 -350 -190 -395 -379 -18 -76 -8 -221 19 -290 114 -284 457 -406 731 -260 98 52 188 154 231 260 27 69 37 214 19 290 -38 163 -166 304 -326 360 -67 23 -215 33 -279 19z\"\/><\/g><\/svg><\/i> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"16\" height=\"16\" alt=\"Loading\" src=\"https:\/\/artikelana.com\/wp-content\/plugins\/page-views-count\/ajax-loader-2x.gif\" border=0 \/><\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tentang seseorang yang selalu hadir, tapi tak pernah benar-benar dilihat. Cerpen oleh : Qi2 &amp; Rasa | 30 Juni 2025 Bagian I: Yang Duduk Paling Belakang Namanya Lintang Samudra. Absen nomor 18. Duduk di pojok kanan belakang, dekat jendela. Tempat di mana cahaya pagi datang lebih dulu\u2014tapi sering terhalang punggung teman-temannya. Dia datang tepat waktu. Tidak pernah terlambat, tapi juga tidak pernah terlihat benar-benar hadir. Tidak ada yang membencinya. Tapi juga, tidak banyak yang benar-benar tahu siapa dia. Kalau kamu minta teman-temannya menggambarkan Lintang, jawabannya mungkin seperti ini: &#8220;Oh, yang kurus itu ya?&#8221; &#8220;Yang duduknya di belakang terus?&#8221; &#8220;Kayaknya pinter, tapi diem aja.&#8221; Lintang bukan siapa-siapa. Tapi selalu ada. Dan mungkin karena terlalu ada, dia jadi tak terlihat. Bagian II: Tugas Kelompok dan Guru Bahasa Indonesia Hari itu, kelas seperti biasa. Bising. Terlalu banyak suara, tapi tidak ada yang benar-benar terdengar. Ibu Winda, guru Bahasa Indonesia kami, masuk dengan wajah tanpa ekspresi yang sama seperti setiap minggu. Beliau tidak galak, tapi juga tidak ramah. Hanya&#8230; tenang. Seperti seseorang yang sudah sangat lama mengamati, tapi memilih tidak ikut campur. &#8220;Akan ada tugas kelompok minggu ini,&#8221; katanya. Semua langsung ribut, saling tunjuk, saling panggil. Yang populer membentuk lingkaran cepat, yang pendiam saling pandang penuh cemas. Dan di tengah semua itu, Lintang menunduk, menunggu. Seperti biasa. &#8220;Aku&#8230; boleh sama Lintang, Bu?&#8221; suara itu pelan, datang dari bangku dua baris di depannya. Lana Raisya Putri. Absen nomor 17. &#8220;Lintang, kamu setuju?&#8221; tanya Bu Winda. Lintang mengangkat wajah. Matanya agak kaget, tapi ia cepat mengangguk. &#8220;Ya, Bu.&#8221; Mereka mulai bekerja dalam kelompok. Tidak terlalu dekat, tidak juga canggung. Seperti dua kutub sepi yang tahu batas, tapi saling menghormati. &#8220;Menurutmu, Lintang, bagian ini cocok nggak kalau ditulis dengan dialog?&#8221; tanya Lana. Lintang berpikir sebentar. &#8220;Lebih baik narasi. Biar pembaca bisa ngerasa sendiri.&#8221; Jawabannya singkat, tapi dalam. Dan Lana mendengarkannya lebih dari siapa pun. Dari jendela kelas, Bu Winda mengamati. Tangannya memegang buku catatan kecil. Bibirnya tersenyum samar. Bagian III: Cerita Dibacakan Senin pagi. Langit mendung, tapi tidak hujan. Bu Winda berdiri di depan kelas, memegang beberapa lembar kertas. \u201cBeberapa dari kalian menulis dengan sangat jujur,\u201d katanya. \u201cSaya akan bacakan satu cerita yang menurut saya&#8230; perlu kalian dengar.\u201d Lintang menegakkan punggungnya sedikit. Tidak mencolok. Tapi cukup untuk Lana menyadarinya. \u201cJudul: Nomor 18.\u201d \u201cDia duduk di pojok. Sering datang paling awal. Sering juga pulang paling akhir. Tapi tidak ada yang tahu.\u201d \u201cDia tahu nama semua orang. Tapi tidak yakin ada yang benar-benar tahu namanya.\u201d \u201cDia mendengarkan semuanya, tapi jarang ditanya bagaimana harinya.\u201d \u201cDia tidak ingin jadi pusat perhatian. Dia hanya ingin, sesekali, seseorang menoleh dan bilang: &#8216;Aku melihatmu.\u2019\u201d Beberapa anak cekikikan di awal. Tapi saat cerita berlanjut, suara itu menghilang. Kelas diam. Suara Bu Winda terdengar lebih pelan, tapi justru semakin menggema. Lana menggigit ujung pulpen. Kalimat-kalimat itu&#8230; familiar. Terlalu dekat. Ia menoleh ke belakang. Lintang menunduk. Tapi wajahnya tidak gelisah. Lebih seperti seseorang yang akhirnya bisa bernapas. Cerita selesai. Bu Winda melipat kertasnya pelan. \u201cKadang, tulisan lebih jujur dari mulut,\u201d ucapnya. \u201cDan penulis yang baik tidak selalu yang paling vokal. Tapi mereka adalah orang-orang yang paling peka.\u201d Lintang tidak tersenyum. Tapi matanya berubah. Dan Lana&#8230; mulai melihatnya dengan cara yang berbeda. Bagian IV: Surat &amp; Beasiswa Beberapa hari setelah itu, Lintang dipanggil ke ruang guru. Saat kembali, wajahnya tenang. Tapi matanya penuh sesuatu yang belum sempat diceritakan. Hari itu, Bu Winda mendekatinya. Meletakkan amplop di mejanya. &#8220;Buka di rumah. Dan tolong baca surat yang di dalamnya pelan-pelan. Karena isinya&#8230; bisa mengubah hidupmu.&#8221; Di kamar malam itu, Lintang membuka amplop itu perlahan. Surat resmi dari Lembaga Literasi Remaja Nasional. Konfirmasi bahwa ia diterima dalam program beasiswa menulis. Surat tangan dari Bu Winda. Lintang, Saya tahu kamu menulis cerita itu. Bukan hanya dari pilihan kata, tapi dari rasa yang tinggal setelah membacanya. Saya mengirimkan ceritamu ke program beasiswa yang mencari siswa yang menulis karena punya sesuatu untuk diucapkan. Beasiswa ini bukan hadiah. Ini adalah jalan. Kalau kamu menerima ini, kamu tidak lagi hanya Nomor 18. Kamu akan jadi nama yang disebut\u2014bukan karena absen, tapi karena arti. \u2014Bu Winda Lintang memegang surat itu lama. Ia menatap jendela kamar. Sunyi. Tapi tidak lagi kosong. Bagian V: Kursi Kosong &amp; Cahaya Terakhir Hari itu hari terakhir sekolah. Semua orang sibuk. Ada yang tertawa, menulis kenangan di seragam, ada yang diam-diam menangis. Lintang duduk di tempatnya. Diam. Tapi matanya menatap jauh, seolah sedang menghafal sesuatu. Lana ingin bicara. Ingin menyapa. Ingin bilang: Aku tahu kamu. Aku lihat kamu. Tapi tiap kali ia mendekat, langkahnya tertahan. Hari itu, ia mencoba lagi. Satu langkah. Dua langkah. Tapi saat sampai di bangkunya&#8230; Lintang sudah tidak ada. Kursinya kosong. Hanya ada secarik kertas terlipat rapi di atas meja. Tanpa nama. Lana mengambilnya. Tidak membukanya. Menyimpannya di saku rok. Lalu duduk di kursi Lintang. Untuk pertama kalinya. Cahaya matahari masuk lewat jendela. Diam. Hangat. Seperti sesuatu yang tertinggal, tapi tak bisa disentuh. Di ujung lorong, Bu Winda berdiri. Ia membuka buku kecil, membaca satu halaman yang sudah ia tandai. Nomor 18 tidak pernah benar-benar absen. Ia hanya lebih dulu lulus dari sunyi. Bel berbunyi. Kelas bubar. Tapi Lana belum bergerak. Ia menatap jendela. Lalu menunduk pada kertas putih yang belum dibuka. Membiarkan sunyi datang sekali lagi. Selesai. Nanti Kita lanjut ketemu dengan Luna Raisa Putri yah Series 2 Absen Nomor 18 : Luna Raisa Putri<\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n<p id=\"pvc_stats_155\" class=\"pvc_stats total_only  \" data-element-id=\"155\" style=\"\"><i class=\"pvc-stats-icon medium\" aria-hidden=\"true\"><svg xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" version=\"1.0\" viewBox=\"0 0 502 315\" preserveAspectRatio=\"xMidYMid meet\"><g transform=\"translate(0,332) scale(0.1,-0.1)\" fill=\"\" stroke=\"none\"><path d=\"M2394 3279 l-29 -30 -3 -207 c-2 -182 0 -211 15 -242 39 -76 157 -76 196 0 15 31 17 60 15 243 l-3 209 -33 29 c-26 23 -41 29 -80 29 -41 0 -53 -5 -78 -31z\"\/><path d=\"M3085 3251 c-45 -19 -58 -50 -96 -229 -47 -217 -49 -260 -13 -295 52 -53 146 -42 177 20 16 31 87 366 87 410 0 70 -86 122 -155 94z\"\/><path d=\"M1751 3234 c-13 -9 -29 -31 -37 -50 -12 -29 -10 -49 21 -204 19 -94 39 -189 45 -210 14 -50 54 -80 110 -80 34 0 48 6 76 34 21 21 34 44 34 59 0 14 -18 113 -40 219 -37 178 -43 195 -70 221 -36 32 -101 37 -139 11z\"\/><path d=\"M1163 3073 c-36 -7 -73 -59 -73 -102 0 -56 133 -378 171 -413 34 -32 83 -37 129 -13 70 36 67 87 -16 290 -86 209 -89 214 -129 231 -35 14 -42 15 -82 7z\"\/><path d=\"M3689 3066 c-15 -9 -33 -30 -42 -48 -48 -103 -147 -355 -147 -375 0 -98 131 -148 192 -74 13 15 57 108 97 206 80 196 84 226 37 273 -30 30 -99 39 -137 18z\"\/><path d=\"M583 2784 c-38 -19 -67 -74 -58 -113 9 -42 211 -354 242 -373 16 -10 45 -18 66 -18 51 0 107 52 107 100 0 39 -1 41 -124 234 -80 126 -108 162 -133 173 -41 17 -61 16 -100 -3z\"\/><path d=\"M4250 2784 c-14 -9 -74 -91 -133 -183 -95 -150 -107 -173 -107 -213 0 -55 33 -94 87 -104 67 -13 90 8 211 198 130 202 137 225 78 284 -27 27 -42 34 -72 34 -22 0 -50 -8 -64 -16z\"\/><path d=\"M2275 2693 c-553 -48 -1095 -270 -1585 -649 -135 -104 -459 -423 -483 -476 -23 -49 -22 -139 2 -186 73 -142 361 -457 571 -626 285 -228 642 -407 990 -497 242 -63 336 -73 660 -74 310 0 370 5 595 52 535 111 1045 392 1455 803 122 121 250 273 275 326 19 41 19 137 0 174 -41 79 -309 363 -465 492 -447 370 -946 591 -1479 653 -113 14 -422 18 -536 8z m395 -428 c171 -34 330 -124 456 -258 112 -119 167 -219 211 -378 27 -96 24 -300 -5 -401 -72 -255 -236 -447 -474 -557 -132 -62 -201 -76 -368 -76 -167 0 -236 14 -368 76 -213 98 -373 271 -451 485 -162 444 86 934 547 1084 153 49 292 57 452 25z m909 -232 c222 -123 408 -262 593 -441 76 -74 138 -139 138 -144 0 -16 -233 -242 -330 -319 -155 -123 -309 -223 -461 -299 l-81 -41 32 46 c18 26 49 83 70 128 143 306 141 649 -6 957 -25 52 -61 116 -79 142 l-34 47 45 -20 c26 -10 76 -36 113 -56z m-2057 25 c-40 -58 -105 -190 -130 -263 -110 -324 -59 -707 132 -981 25 -35 42 -64 37 -64 -19 0 -241 119 -326 174 -188 122 -406 314 -532 468 l-58 71 108 103 c185 178 428 349 672 473 66 33 121 60 123 61 2 0 -10 -19 -26 -42z\"\/><path d=\"M2375 1950 c-198 -44 -350 -190 -395 -379 -18 -76 -8 -221 19 -290 114 -284 457 -406 731 -260 98 52 188 154 231 260 27 69 37 214 19 290 -38 163 -166 304 -326 360 -67 23 -215 33 -279 19z\"\/><\/g><\/svg><\/i> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"16\" height=\"16\" alt=\"Loading\" src=\"https:\/\/artikelana.com\/wp-content\/plugins\/page-views-count\/ajax-loader-2x.gif\" border=0 \/><\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":160,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"googlesitekit_rrm_CAowhNW8DA:productID":"","footnotes":""},"categories":[23],"tags":[57,52,51,53,54,55,56],"class_list":["post-155","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-cerita-rasa","tag-ceritafiguran","tag-ceritapendek","tag-cerpenindonesia","tag-fiksiremaja","tag-genzstories","tag-literasisekolah","tag-sastrakelas"],"a3_pvc":{"activated":true,"total_views":65,"today_views":0},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Absen Nomor 18 : Lintang Samudra - Artikelana<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Cerpen tentang Lintang, seorang siswa yang duduk di pojok kelas, tak pernah absen, tapi nyaris tak pernah terlihat. Hingga suatu hari, sebuah cerita pendek yang ia tulis mengubah segalanya\u2014termasuk hidupnya sendiri.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/artikelana.com\/index.php\/2025\/07\/04\/absen-nomor-18-lintang-samudra\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Absen Nomor 18 : Lintang Samudra - Artikelana\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Cerpen tentang Lintang, seorang siswa yang duduk di pojok kelas, tak pernah absen, tapi nyaris tak pernah terlihat. Hingga suatu hari, sebuah cerita pendek yang ia tulis mengubah segalanya\u2014termasuk hidupnya sendiri.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/artikelana.com\/index.php\/2025\/07\/04\/absen-nomor-18-lintang-samudra\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Artikelana\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-07-04T04:20:01+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-07-18T07:34:59+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/artikelana.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/artikelana3.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1536\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/artikelana.com\\\/index.php\\\/2025\\\/07\\\/04\\\/absen-nomor-18-lintang-samudra\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/artikelana.com\\\/index.php\\\/2025\\\/07\\\/04\\\/absen-nomor-18-lintang-samudra\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/artikelana.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/c3b8803a05994e4eec7fb6895c9067ea\"},\"headline\":\"Absen Nomor 18 : Lintang Samudra\",\"datePublished\":\"2025-07-04T04:20:01+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-18T07:34:59+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/artikelana.com\\\/index.php\\\/2025\\\/07\\\/04\\\/absen-nomor-18-lintang-samudra\\\/\"},\"wordCount\":871,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/artikelana.com\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/artikelana.com\\\/index.php\\\/2025\\\/07\\\/04\\\/absen-nomor-18-lintang-samudra\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/artikelana.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/06\\\/artikelana3.webp\",\"keywords\":[\"#CeritaFiguran\",\"#CeritaPendek\",\"#CerpenIndonesia\",\"#FiksiRemaja\",\"#GenZStories\",\"#LiterasiSekolah\",\"#SastraKelas\"],\"articleSection\":[\"Cerita Rasa\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/artikelana.com\\\/index.php\\\/2025\\\/07\\\/04\\\/absen-nomor-18-lintang-samudra\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/artikelana.com\\\/index.php\\\/2025\\\/07\\\/04\\\/absen-nomor-18-lintang-samudra\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/artikelana.com\\\/index.php\\\/2025\\\/07\\\/04\\\/absen-nomor-18-lintang-samudra\\\/\",\"name\":\"Absen Nomor 18 : Lintang Samudra - Artikelana\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/artikelana.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/artikelana.com\\\/index.php\\\/2025\\\/07\\\/04\\\/absen-nomor-18-lintang-samudra\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/artikelana.com\\\/index.php\\\/2025\\\/07\\\/04\\\/absen-nomor-18-lintang-samudra\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/artikelana.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/06\\\/artikelana3.webp\",\"datePublished\":\"2025-07-04T04:20:01+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-18T07:34:59+00:00\",\"description\":\"Cerpen tentang Lintang, seorang siswa yang duduk di pojok kelas, tak pernah absen, tapi nyaris tak pernah terlihat. Hingga suatu hari, sebuah cerita pendek yang ia tulis mengubah segalanya\u2014termasuk hidupnya sendiri.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/artikelana.com\\\/index.php\\\/2025\\\/07\\\/04\\\/absen-nomor-18-lintang-samudra\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/artikelana.com\\\/index.php\\\/2025\\\/07\\\/04\\\/absen-nomor-18-lintang-samudra\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/artikelana.com\\\/index.php\\\/2025\\\/07\\\/04\\\/absen-nomor-18-lintang-samudra\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/artikelana.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/06\\\/artikelana3.webp\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/artikelana.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/06\\\/artikelana3.webp\",\"width\":1536,\"height\":1024},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/artikelana.com\\\/index.php\\\/2025\\\/07\\\/04\\\/absen-nomor-18-lintang-samudra\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/artikelana.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Absen Nomor 18 : Lintang Samudra\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/artikelana.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/artikelana.com\\\/\",\"name\":\"Artikelana\",\"description\":\"Cerita Tak Hanya Dibaca, Tapi Dirasa\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/artikelana.com\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/artikelana.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/artikelana.com\\\/#organization\",\"name\":\"Artikelana\",\"url\":\"https:\\\/\\\/artikelana.com\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/artikelana.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/artikelana.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/08\\\/cropped-artikelana-logo-scaled-1.webp\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/artikelana.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/08\\\/cropped-artikelana-logo-scaled-1.webp\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"Artikelana\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/artikelana.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/artikelana.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/c3b8803a05994e4eec7fb6895c9067ea\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/5fc1ff56f49d34fed5e1418835236cfa8d7f929d62b0edf3c2fe0e75d8922cc7?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/5fc1ff56f49d34fed5e1418835236cfa8d7f929d62b0edf3c2fe0e75d8922cc7?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/5fc1ff56f49d34fed5e1418835236cfa8d7f929d62b0edf3c2fe0e75d8922cc7?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/artikelana.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/artikelana.com\\\/index.php\\\/author\\\/admin\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Absen Nomor 18 : Lintang Samudra - Artikelana","description":"Cerpen tentang Lintang, seorang siswa yang duduk di pojok kelas, tak pernah absen, tapi nyaris tak pernah terlihat. Hingga suatu hari, sebuah cerita pendek yang ia tulis mengubah segalanya\u2014termasuk hidupnya sendiri.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/artikelana.com\/index.php\/2025\/07\/04\/absen-nomor-18-lintang-samudra\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Absen Nomor 18 : Lintang Samudra - Artikelana","og_description":"Cerpen tentang Lintang, seorang siswa yang duduk di pojok kelas, tak pernah absen, tapi nyaris tak pernah terlihat. Hingga suatu hari, sebuah cerita pendek yang ia tulis mengubah segalanya\u2014termasuk hidupnya sendiri.","og_url":"https:\/\/artikelana.com\/index.php\/2025\/07\/04\/absen-nomor-18-lintang-samudra\/","og_site_name":"Artikelana","article_published_time":"2025-07-04T04:20:01+00:00","article_modified_time":"2025-07-18T07:34:59+00:00","og_image":[{"width":1536,"height":1024,"url":"https:\/\/artikelana.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/artikelana3.webp","type":"image\/png"}],"author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"admin","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/artikelana.com\/index.php\/2025\/07\/04\/absen-nomor-18-lintang-samudra\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/artikelana.com\/index.php\/2025\/07\/04\/absen-nomor-18-lintang-samudra\/"},"author":{"name":"admin","@id":"https:\/\/artikelana.com\/#\/schema\/person\/c3b8803a05994e4eec7fb6895c9067ea"},"headline":"Absen Nomor 18 : Lintang Samudra","datePublished":"2025-07-04T04:20:01+00:00","dateModified":"2025-07-18T07:34:59+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/artikelana.com\/index.php\/2025\/07\/04\/absen-nomor-18-lintang-samudra\/"},"wordCount":871,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/artikelana.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/artikelana.com\/index.php\/2025\/07\/04\/absen-nomor-18-lintang-samudra\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/artikelana.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/artikelana3.webp","keywords":["#CeritaFiguran","#CeritaPendek","#CerpenIndonesia","#FiksiRemaja","#GenZStories","#LiterasiSekolah","#SastraKelas"],"articleSection":["Cerita Rasa"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/artikelana.com\/index.php\/2025\/07\/04\/absen-nomor-18-lintang-samudra\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/artikelana.com\/index.php\/2025\/07\/04\/absen-nomor-18-lintang-samudra\/","url":"https:\/\/artikelana.com\/index.php\/2025\/07\/04\/absen-nomor-18-lintang-samudra\/","name":"Absen Nomor 18 : Lintang Samudra - Artikelana","isPartOf":{"@id":"https:\/\/artikelana.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/artikelana.com\/index.php\/2025\/07\/04\/absen-nomor-18-lintang-samudra\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/artikelana.com\/index.php\/2025\/07\/04\/absen-nomor-18-lintang-samudra\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/artikelana.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/artikelana3.webp","datePublished":"2025-07-04T04:20:01+00:00","dateModified":"2025-07-18T07:34:59+00:00","description":"Cerpen tentang Lintang, seorang siswa yang duduk di pojok kelas, tak pernah absen, tapi nyaris tak pernah terlihat. Hingga suatu hari, sebuah cerita pendek yang ia tulis mengubah segalanya\u2014termasuk hidupnya sendiri.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/artikelana.com\/index.php\/2025\/07\/04\/absen-nomor-18-lintang-samudra\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/artikelana.com\/index.php\/2025\/07\/04\/absen-nomor-18-lintang-samudra\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/artikelana.com\/index.php\/2025\/07\/04\/absen-nomor-18-lintang-samudra\/#primaryimage","url":"https:\/\/artikelana.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/artikelana3.webp","contentUrl":"https:\/\/artikelana.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/artikelana3.webp","width":1536,"height":1024},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/artikelana.com\/index.php\/2025\/07\/04\/absen-nomor-18-lintang-samudra\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/artikelana.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Absen Nomor 18 : Lintang Samudra"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/artikelana.com\/#website","url":"https:\/\/artikelana.com\/","name":"Artikelana","description":"Cerita Tak Hanya Dibaca, Tapi Dirasa","publisher":{"@id":"https:\/\/artikelana.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/artikelana.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/artikelana.com\/#organization","name":"Artikelana","url":"https:\/\/artikelana.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/artikelana.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/artikelana.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/cropped-artikelana-logo-scaled-1.webp","contentUrl":"https:\/\/artikelana.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/cropped-artikelana-logo-scaled-1.webp","width":512,"height":512,"caption":"Artikelana"},"image":{"@id":"https:\/\/artikelana.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/artikelana.com\/#\/schema\/person\/c3b8803a05994e4eec7fb6895c9067ea","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5fc1ff56f49d34fed5e1418835236cfa8d7f929d62b0edf3c2fe0e75d8922cc7?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5fc1ff56f49d34fed5e1418835236cfa8d7f929d62b0edf3c2fe0e75d8922cc7?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5fc1ff56f49d34fed5e1418835236cfa8d7f929d62b0edf3c2fe0e75d8922cc7?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin"},"sameAs":["https:\/\/artikelana.com"],"url":"https:\/\/artikelana.com\/index.php\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/artikelana.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/155","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/artikelana.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/artikelana.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/artikelana.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/artikelana.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=155"}],"version-history":[{"count":16,"href":"https:\/\/artikelana.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/155\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":185,"href":"https:\/\/artikelana.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/155\/revisions\/185"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/artikelana.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/160"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/artikelana.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=155"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/artikelana.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=155"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/artikelana.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=155"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}