{"id":108,"date":"2025-06-22T06:37:11","date_gmt":"2025-06-22T06:37:11","guid":{"rendered":"https:\/\/artikelana.com\/?p=108"},"modified":"2025-06-22T10:57:23","modified_gmt":"2025-06-22T10:57:23","slug":"literasi-anak-orangtua-dan-sekolah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/artikelana.com\/index.php\/2025\/06\/22\/literasi-anak-orangtua-dan-sekolah\/","title":{"rendered":"Orang Tua dan Sekolah: Dua Pilar Utama Peningkatan Literasi Anak di Indonesia"},"content":{"rendered":"<blockquote><p><strong data-start=\"388\" data-end=\"430\">Literasi bukan cuma soal bisa membaca.<\/strong> Ini soal bagaimana anak-anak kita memahami dunia, berpikir kritis, dan menemukan suara mereka sendiri. Tapi di Indonesia, jalan menuju literasi masih penuh tantangan\u2014dan jawabannya tidak bisa diserahkan hanya pada sekolah, atau hanya pada rumah. Karena literasi yang kuat hanya bisa tumbuh jika dua pilar utamanya\u2014orang tua dan sekolah\u2014saling menopang, bukan saling menyalahkan.<\/p>\n<p>Oleh : Ian| <span style=\"font-size: 8pt;\">22 Juni 2025<\/span><\/p><\/blockquote>\n<h2 data-start=\"816\" data-end=\"866\"><span style=\"font-size: 14pt;\">Wajah Literasi Kita: Lebih dari Sekadar Ranking<\/span><\/h2>\n<p data-start=\"868\" data-end=\"1155\">Tahun 2022, PISA (Programme for International Student Assessment) kembali merilis hasil penilaian global kemampuan membaca siswa. Indonesia? Peringkat 70 dari 81 negara.<br data-start=\"1037\" data-end=\"1040\" \/>Lebih dari 70% siswa Indonesia berusia 15 tahun berada di bawah standar minimum kemampuan membaca.<br data-start=\"1138\" data-end=\"1141\" \/><em data-start=\"1141\" data-end=\"1155\">(OECD, 2023)<\/em><\/p>\n<p data-start=\"1157\" data-end=\"1417\">Tapi krisis ini tidak berhenti di angka. Kita bisa melihat wajah nyatanya di sekitar:<br data-start=\"1242\" data-end=\"1245\" \/>Anak-anak yang enggan membaca buku karena kalah seru dibanding TikTok.<br data-start=\"1315\" data-end=\"1318\" \/>Guru-guru yang kewalahan mengejar kurikulum.<br data-start=\"1362\" data-end=\"1365\" \/>Dan orang tua yang merasa membaca itu tugas sekolah.<\/p>\n<p data-start=\"1419\" data-end=\"1692\">Padahal literasi bukan cuma tentang mengenali huruf atau membaca cepat. Ini tentang memahami, merespons, dan merefleksikan. Tanpa itu, anak-anak kita tidak hanya sulit belajar, tapi juga mudah termakan hoaks, bingung menghadapi informasi, dan kesulitan mengambil keputusan.<\/p>\n<h2 data-start=\"1699\" data-end=\"1726\"><span style=\"font-size: 14pt;\">Di Mana Akar Masalahnya?<\/span><\/h2>\n<p data-start=\"1728\" data-end=\"1858\">Isu literasi di Indonesia bukan soal tunggal. Ini soal budaya, akses, sistem pendidikan, dan dukungan keluarga yang belum selaras.<\/p>\n<h3 data-start=\"1860\" data-end=\"1913\"><span style=\"font-size: 12pt;\">1. <strong data-start=\"1867\" data-end=\"1911\">Minimnya Akses dan Ketimpangan Fasilitas<\/strong><\/span><\/h3>\n<p data-start=\"1914\" data-end=\"2084\">Perpusnas (2022) mencatat bahwa jumlah perpustakaan desa dan ketersediaan bahan bacaan masih timpang dibandingkan populasi. Buku masih jadi barang mahal di banyak daerah.<\/p>\n<h3 data-start=\"2086\" data-end=\"2149\"><span style=\"font-size: 12pt;\">2. <strong data-start=\"2093\" data-end=\"2147\">Kebiasaan Membaca yang Tidak Terbentuk Sejak Kecil<\/strong><\/span><\/h3>\n<p data-start=\"2150\" data-end=\"2369\">Hanya 3 dari 10 anak usia dini yang dibacakan buku oleh orang tuanya setidaknya seminggu sekali. Padahal membacakan buku sejak dini sangat berpengaruh pada perkembangan bahasa dan imajinasi.<br data-start=\"2340\" data-end=\"2343\" \/><em data-start=\"2343\" data-end=\"2369\">(UNICEF Indonesia, 2021)<\/em><\/p>\n<h3 data-start=\"2371\" data-end=\"2423\"><span style=\"font-size: 12pt;\">3. <strong data-start=\"2378\" data-end=\"2421\">Metode Mengajar yang Kurang Kontekstual<\/strong><\/span><\/h3>\n<p data-start=\"2424\" data-end=\"2593\">Banyak guru mengajarkan membaca sebagai keterampilan teknis. Padahal literasi seharusnya juga mengajarkan cara berpikir: memahami, menganalisis, menulis, dan berdiskusi.<\/p>\n<h3 data-start=\"2595\" data-end=\"2639\"><span style=\"font-size: 12pt;\">4. <strong data-start=\"2602\" data-end=\"2637\">Digitalisasi Tanpa Pendampingan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p data-start=\"2640\" data-end=\"2779\">Anak-anak bisa scrolling dengan lincah, tapi mudah tersesat di tengah informasi. Literasi digital belum jadi bagian kuat dari pembelajaran.<\/p>\n<h2 data-start=\"2786\" data-end=\"2827\"><span style=\"font-size: 14pt;\">Dua Pilar Utama: Orang Tua dan Sekolah<\/span><\/h2>\n<p data-start=\"2829\" data-end=\"2981\">Meningkatkan literasi anak bukan tugas kurikulum, melainkan tanggung jawab bersama. Dua kekuatan yang paling menentukan ada di rumah dan di ruang kelas.<\/p>\n<h3 data-start=\"2983\" data-end=\"3027\"><span style=\"font-size: 12pt;\">\ud83c\udfe0 <strong data-start=\"2990\" data-end=\"3027\">Orang Tua: Menanam Benih di Rumah<\/strong><\/span><\/h3>\n<p data-start=\"3029\" data-end=\"3284\">Rumah adalah ruang belajar pertama. Di sinilah anak belajar mendengar cerita, melihat contoh, dan merasakan makna kata. Tapi banyak orang tua merasa tidak \u201ccukup pintar\u201d untuk mendidik soal literasi. Padahal yang dibutuhkan bukan keahlian, tapi kedekatan.<\/p>\n<p data-start=\"3286\" data-end=\"3326\"><strong data-start=\"3286\" data-end=\"3324\">Apa yang bisa dilakukan orang tua?<\/strong><\/p>\n<ul data-start=\"3327\" data-end=\"3548\">\n<li data-start=\"3327\" data-end=\"3382\">\n<p data-start=\"3329\" data-end=\"3382\">Luangkan 10\u201315 menit membacakan cerita setiap malam<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"3383\" data-end=\"3441\">\n<p data-start=\"3385\" data-end=\"3441\">Ajak anak bercerita ulang dengan bahasa mereka sendiri<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"3442\" data-end=\"3548\">\n<p data-start=\"3444\" data-end=\"3548\">Libatkan anak dalam aktivitas sehari-hari yang penuh bahasa: belanja, memasak, jalan sore sambil ngobrol<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"3442\" data-end=\"3548\">\n<p data-start=\"3444\" data-end=\"3548\">Literasi bukan dibentuk dengan perintah. Tapi dengan kebiasaan yang hangat.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<h3 data-start=\"3629\" data-end=\"3684\"><span style=\"font-size: 12pt;\">\ud83c\udfeb <strong data-start=\"3636\" data-end=\"3684\">Sekolah: Menyediakan Struktur dan Ruang Aman<\/strong><\/span><\/h3>\n<p data-start=\"3686\" data-end=\"3946\">Sekolah memegang peran strategis: mengarahkan, menguatkan, dan memperluas. Tapi pendekatan mengajar harus bergeser dari <em data-start=\"3806\" data-end=\"3824\">textbook-centric<\/em> ke <em data-start=\"3828\" data-end=\"3845\">student-centric<\/em>. Literasi bukan hanya pelajaran Bahasa Indonesia, tapi bisa menyatu di Matematika, IPA, bahkan Seni.<\/p>\n<p data-start=\"3948\" data-end=\"3995\"><strong data-start=\"3948\" data-end=\"3993\">Apa yang bisa dilakukan sekolah dan guru?<\/strong><\/p>\n<ul data-start=\"3996\" data-end=\"4200\">\n<li data-start=\"3996\" data-end=\"4039\">\n<p data-start=\"3998\" data-end=\"4039\">Membuat proyek membaca lintas pelajaran<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"4040\" data-end=\"4086\">\n<p data-start=\"4042\" data-end=\"4086\">Menghubungkan bacaan dengan kehidupan anak<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"4087\" data-end=\"4145\">\n<p data-start=\"4089\" data-end=\"4145\">Mengadakan sesi refleksi, bukan hanya kuis dan ulangan<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"4146\" data-end=\"4200\">\n<p data-start=\"4148\" data-end=\"4200\">Melibatkan orang tua dalam proyek literasi sederhana<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"4146\" data-end=\"4200\">\n<p data-start=\"4148\" data-end=\"4200\">Sekolah bukan tempat transfer ilmu, tapi tempat anak belajar mencintai proses berpikir.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<h2 data-start=\"4298\" data-end=\"4323\"><span style=\"font-size: 14pt;\">Rekomendasi Aksi Nyata<\/span><\/h2>\n<p data-start=\"4325\" data-end=\"4422\">Untuk keluar dari darurat literasi, kita perlu langkah konkret yang bisa dilakukan hari ini juga:<\/p>\n<h3 data-start=\"4424\" data-end=\"4446\"><span style=\"font-size: 12pt;\">Orang Tua:<\/span><\/h3>\n<ul data-start=\"4447\" data-end=\"4629\">\n<li data-start=\"4447\" data-end=\"4505\">\n<p data-start=\"4449\" data-end=\"4505\">\u201cSatu Hari Satu Cerita\u201d \u2014 bacakan cerita sebelum tidur<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"4506\" data-end=\"4570\">\n<p data-start=\"4508\" data-end=\"4570\">Gunakan media sosial untuk berbagi kegiatan membaca keluarga<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"4571\" data-end=\"4629\">\n<p data-start=\"4573\" data-end=\"4629\">Libatkan anak dalam percakapan yang merangsang pemikiran<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<h3 data-start=\"4631\" data-end=\"4651\"><span style=\"font-size: 12pt;\">Sekolah:<\/span><\/h3>\n<ul data-start=\"4652\" data-end=\"4826\">\n<li data-start=\"4652\" data-end=\"4692\">\n<p data-start=\"4654\" data-end=\"4692\">Bentuk klub baca atau jurnalis cilik<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"4693\" data-end=\"4752\">\n<p data-start=\"4695\" data-end=\"4752\">Latih guru secara berkala soal literasi berbasis proyek<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"4753\" data-end=\"4826\">\n<p data-start=\"4755\" data-end=\"4826\">Kembangkan sudut baca dengan kurasi bacaan yang dekat dengan dunia anak<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<h3 data-start=\"4828\" data-end=\"4865\"><span style=\"font-size: 12pt;\">Pemerintah dan Komunitas:<\/span><\/h3>\n<ul data-start=\"4866\" data-end=\"5040\">\n<li data-start=\"4866\" data-end=\"4927\">\n<p data-start=\"4868\" data-end=\"4927\">Insentif untuk desa yang aktif mengembangkan taman bacaan<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"4928\" data-end=\"4980\">\n<p data-start=\"4930\" data-end=\"4980\">Dukungan buku gratis untuk keluarga kurang mampu<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"4981\" data-end=\"5040\">\n<p data-start=\"4983\" data-end=\"5040\">Program literasi digital yang menyasar anak dan orang tua<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<h2 data-start=\"5047\" data-end=\"5089\"><span style=\"font-size: 14pt;\">Literasi Itu Kerja Sama<\/span><\/h2>\n<p data-start=\"4358\" data-end=\"4617\">Tak ada solusi instan. Tapi jika orang tua, guru, dan komunitas berjalan bersama, anak-anak kita tak harus tumbuh dalam kebingungan informasi. Mereka bisa menjadi generasi yang berpikir kritis, membaca dengan gembira, dan menulis untuk menyuarakan gagasannya.<\/p>\n<p data-start=\"4619\" data-end=\"4695\">Karena literasi bukan sekadar kemampuan teknis\u2014ia adalah fondasi masa depan.<\/p>\n<h3 data-start=\"5541\" data-end=\"5555\">Referensi:<\/h3>\n<ul data-start=\"5557\" data-end=\"5864\">\n<li data-start=\"5557\" data-end=\"5593\">\n<p data-start=\"5559\" data-end=\"5593\"><a href=\"https:\/\/www.oecd.org\/pisa\/publications\/pisa-2022-results.htm\">OECD (2023). <em data-start=\"5572\" data-end=\"5591\">PISA 2022 Results<\/em><\/a><\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"5594\" data-end=\"5659\">\n<p data-start=\"5596\" data-end=\"5659\"><a href=\"https:\/\/www.unicef.org\/indonesia\/id\/laporan\/hasil-survei-anak-usia-dini-2021\">UNICEF Indonesia (2021). <em data-start=\"5621\" data-end=\"5657\">Early Childhood Development Survey<\/em><\/a><\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"5660\" data-end=\"5728\">\n<p data-start=\"5662\" data-end=\"5728\"><a href=\"https:\/\/statistik.perpusnas.go.id\">Perpustakaan Nasional (2022). <em data-start=\"5692\" data-end=\"5726\">Statistik Perpustakaan Indonesia<\/em><\/a><\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"5729\" data-end=\"5812\">\n<p data-start=\"5731\" data-end=\"5812\">World Bank (2020). <em data-start=\"5750\" data-end=\"5810\">Teacher Training in Indonesia: A Path to Learning Recovery<\/em><\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"5813\" data-end=\"5864\">\n<p data-start=\"5815\" data-end=\"5864\"><a href=\"https:\/\/gln.kemdikbud.go.id\/glnsite\/\">Kemdikbudristek. <em data-start=\"5832\" data-end=\"5864\">Gerakan Literasi Sekolah (GLS)<\/em><\/a><\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n<p id=\"pvc_stats_108\" class=\"pvc_stats total_only  \" data-element-id=\"108\" style=\"\"><i class=\"pvc-stats-icon medium\" aria-hidden=\"true\"><svg xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" version=\"1.0\" viewBox=\"0 0 502 315\" preserveAspectRatio=\"xMidYMid meet\"><g transform=\"translate(0,332) scale(0.1,-0.1)\" fill=\"\" stroke=\"none\"><path d=\"M2394 3279 l-29 -30 -3 -207 c-2 -182 0 -211 15 -242 39 -76 157 -76 196 0 15 31 17 60 15 243 l-3 209 -33 29 c-26 23 -41 29 -80 29 -41 0 -53 -5 -78 -31z\"\/><path d=\"M3085 3251 c-45 -19 -58 -50 -96 -229 -47 -217 -49 -260 -13 -295 52 -53 146 -42 177 20 16 31 87 366 87 410 0 70 -86 122 -155 94z\"\/><path d=\"M1751 3234 c-13 -9 -29 -31 -37 -50 -12 -29 -10 -49 21 -204 19 -94 39 -189 45 -210 14 -50 54 -80 110 -80 34 0 48 6 76 34 21 21 34 44 34 59 0 14 -18 113 -40 219 -37 178 -43 195 -70 221 -36 32 -101 37 -139 11z\"\/><path d=\"M1163 3073 c-36 -7 -73 -59 -73 -102 0 -56 133 -378 171 -413 34 -32 83 -37 129 -13 70 36 67 87 -16 290 -86 209 -89 214 -129 231 -35 14 -42 15 -82 7z\"\/><path d=\"M3689 3066 c-15 -9 -33 -30 -42 -48 -48 -103 -147 -355 -147 -375 0 -98 131 -148 192 -74 13 15 57 108 97 206 80 196 84 226 37 273 -30 30 -99 39 -137 18z\"\/><path d=\"M583 2784 c-38 -19 -67 -74 -58 -113 9 -42 211 -354 242 -373 16 -10 45 -18 66 -18 51 0 107 52 107 100 0 39 -1 41 -124 234 -80 126 -108 162 -133 173 -41 17 -61 16 -100 -3z\"\/><path d=\"M4250 2784 c-14 -9 -74 -91 -133 -183 -95 -150 -107 -173 -107 -213 0 -55 33 -94 87 -104 67 -13 90 8 211 198 130 202 137 225 78 284 -27 27 -42 34 -72 34 -22 0 -50 -8 -64 -16z\"\/><path d=\"M2275 2693 c-553 -48 -1095 -270 -1585 -649 -135 -104 -459 -423 -483 -476 -23 -49 -22 -139 2 -186 73 -142 361 -457 571 -626 285 -228 642 -407 990 -497 242 -63 336 -73 660 -74 310 0 370 5 595 52 535 111 1045 392 1455 803 122 121 250 273 275 326 19 41 19 137 0 174 -41 79 -309 363 -465 492 -447 370 -946 591 -1479 653 -113 14 -422 18 -536 8z m395 -428 c171 -34 330 -124 456 -258 112 -119 167 -219 211 -378 27 -96 24 -300 -5 -401 -72 -255 -236 -447 -474 -557 -132 -62 -201 -76 -368 -76 -167 0 -236 14 -368 76 -213 98 -373 271 -451 485 -162 444 86 934 547 1084 153 49 292 57 452 25z m909 -232 c222 -123 408 -262 593 -441 76 -74 138 -139 138 -144 0 -16 -233 -242 -330 -319 -155 -123 -309 -223 -461 -299 l-81 -41 32 46 c18 26 49 83 70 128 143 306 141 649 -6 957 -25 52 -61 116 -79 142 l-34 47 45 -20 c26 -10 76 -36 113 -56z m-2057 25 c-40 -58 -105 -190 -130 -263 -110 -324 -59 -707 132 -981 25 -35 42 -64 37 -64 -19 0 -241 119 -326 174 -188 122 -406 314 -532 468 l-58 71 108 103 c185 178 428 349 672 473 66 33 121 60 123 61 2 0 -10 -19 -26 -42z\"\/><path d=\"M2375 1950 c-198 -44 -350 -190 -395 -379 -18 -76 -8 -221 19 -290 114 -284 457 -406 731 -260 98 52 188 154 231 260 27 69 37 214 19 290 -38 163 -166 304 -326 360 -67 23 -215 33 -279 19z\"\/><\/g><\/svg><\/i> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"16\" height=\"16\" alt=\"Loading\" src=\"https:\/\/artikelana.com\/wp-content\/plugins\/page-views-count\/ajax-loader-2x.gif\" border=0 \/><\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Literasi bukan cuma soal bisa membaca. Ini soal bagaimana anak-anak kita memahami dunia, berpikir kritis, dan menemukan suara mereka sendiri. Tapi di Indonesia, jalan menuju literasi masih penuh tantangan\u2014dan jawabannya tidak bisa diserahkan hanya pada sekolah, atau hanya pada rumah. Karena literasi yang kuat hanya bisa tumbuh jika dua pilar utamanya\u2014orang tua dan sekolah\u2014saling menopang, bukan saling menyalahkan. Oleh : Ian| 22 Juni 2025 Wajah Literasi Kita: Lebih dari Sekadar Ranking Tahun 2022, PISA (Programme for International Student Assessment) kembali merilis hasil penilaian global kemampuan membaca siswa. Indonesia? Peringkat 70 dari 81 negara.Lebih dari 70% siswa Indonesia berusia 15 tahun berada di bawah standar minimum kemampuan membaca.(OECD, 2023) Tapi krisis ini tidak berhenti di angka. Kita bisa melihat wajah nyatanya di sekitar:Anak-anak yang enggan membaca buku karena kalah seru dibanding TikTok.Guru-guru yang kewalahan mengejar kurikulum.Dan orang tua yang merasa membaca itu tugas sekolah. Padahal literasi bukan cuma tentang mengenali huruf atau membaca cepat. Ini tentang memahami, merespons, dan merefleksikan. Tanpa itu, anak-anak kita tidak hanya sulit belajar, tapi juga mudah termakan hoaks, bingung menghadapi informasi, dan kesulitan mengambil keputusan. Di Mana Akar Masalahnya? Isu literasi di Indonesia bukan soal tunggal. Ini soal budaya, akses, sistem pendidikan, dan dukungan keluarga yang belum selaras. 1. Minimnya Akses dan Ketimpangan Fasilitas Perpusnas (2022) mencatat bahwa jumlah perpustakaan desa dan ketersediaan bahan bacaan masih timpang dibandingkan populasi. Buku masih jadi barang mahal di banyak daerah. 2. Kebiasaan Membaca yang Tidak Terbentuk Sejak Kecil Hanya 3 dari 10 anak usia dini yang dibacakan buku oleh orang tuanya setidaknya seminggu sekali. Padahal membacakan buku sejak dini sangat berpengaruh pada perkembangan bahasa dan imajinasi.(UNICEF Indonesia, 2021) 3. Metode Mengajar yang Kurang Kontekstual Banyak guru mengajarkan membaca sebagai keterampilan teknis. Padahal literasi seharusnya juga mengajarkan cara berpikir: memahami, menganalisis, menulis, dan berdiskusi. 4. Digitalisasi Tanpa Pendampingan Anak-anak bisa scrolling dengan lincah, tapi mudah tersesat di tengah informasi. Literasi digital belum jadi bagian kuat dari pembelajaran. Dua Pilar Utama: Orang Tua dan Sekolah Meningkatkan literasi anak bukan tugas kurikulum, melainkan tanggung jawab bersama. Dua kekuatan yang paling menentukan ada di rumah dan di ruang kelas. \ud83c\udfe0 Orang Tua: Menanam Benih di Rumah Rumah adalah ruang belajar pertama. Di sinilah anak belajar mendengar cerita, melihat contoh, dan merasakan makna kata. Tapi banyak orang tua merasa tidak \u201ccukup pintar\u201d untuk mendidik soal literasi. Padahal yang dibutuhkan bukan keahlian, tapi kedekatan. Apa yang bisa dilakukan orang tua? Luangkan 10\u201315 menit membacakan cerita setiap malam Ajak anak bercerita ulang dengan bahasa mereka sendiri Libatkan anak dalam aktivitas sehari-hari yang penuh bahasa: belanja, memasak, jalan sore sambil ngobrol Literasi bukan dibentuk dengan perintah. Tapi dengan kebiasaan yang hangat. \ud83c\udfeb Sekolah: Menyediakan Struktur dan Ruang Aman Sekolah memegang peran strategis: mengarahkan, menguatkan, dan memperluas. Tapi pendekatan mengajar harus bergeser dari textbook-centric ke student-centric. Literasi bukan hanya pelajaran Bahasa Indonesia, tapi bisa menyatu di Matematika, IPA, bahkan Seni. Apa yang bisa dilakukan sekolah dan guru? Membuat proyek membaca lintas pelajaran Menghubungkan bacaan dengan kehidupan anak Mengadakan sesi refleksi, bukan hanya kuis dan ulangan Melibatkan orang tua dalam proyek literasi sederhana Sekolah bukan tempat transfer ilmu, tapi tempat anak belajar mencintai proses berpikir. Rekomendasi Aksi Nyata Untuk keluar dari darurat literasi, kita perlu langkah konkret yang bisa dilakukan hari ini juga: Orang Tua: \u201cSatu Hari Satu Cerita\u201d \u2014 bacakan cerita sebelum tidur Gunakan media sosial untuk berbagi kegiatan membaca keluarga Libatkan anak dalam percakapan yang merangsang pemikiran Sekolah: Bentuk klub baca atau jurnalis cilik Latih guru secara berkala soal literasi berbasis proyek Kembangkan sudut baca dengan kurasi bacaan yang dekat dengan dunia anak Pemerintah dan Komunitas: Insentif untuk desa yang aktif mengembangkan taman bacaan Dukungan buku gratis untuk keluarga kurang mampu Program literasi digital yang menyasar anak dan orang tua Literasi Itu Kerja Sama Tak ada solusi instan. Tapi jika orang tua, guru, dan komunitas berjalan bersama, anak-anak kita tak harus tumbuh dalam kebingungan informasi. Mereka bisa menjadi generasi yang berpikir kritis, membaca dengan gembira, dan menulis untuk menyuarakan gagasannya. Karena literasi bukan sekadar kemampuan teknis\u2014ia adalah fondasi masa depan. Referensi: OECD (2023). PISA 2022 Results UNICEF Indonesia (2021). Early Childhood Development Survey Perpustakaan Nasional (2022). Statistik Perpustakaan Indonesia World Bank (2020). Teacher Training in Indonesia: A Path to Learning Recovery Kemdikbudristek. Gerakan Literasi Sekolah (GLS)<\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n<p id=\"pvc_stats_108\" class=\"pvc_stats total_only  \" data-element-id=\"108\" style=\"\"><i class=\"pvc-stats-icon medium\" aria-hidden=\"true\"><svg xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" version=\"1.0\" viewBox=\"0 0 502 315\" preserveAspectRatio=\"xMidYMid meet\"><g transform=\"translate(0,332) scale(0.1,-0.1)\" fill=\"\" stroke=\"none\"><path d=\"M2394 3279 l-29 -30 -3 -207 c-2 -182 0 -211 15 -242 39 -76 157 -76 196 0 15 31 17 60 15 243 l-3 209 -33 29 c-26 23 -41 29 -80 29 -41 0 -53 -5 -78 -31z\"\/><path d=\"M3085 3251 c-45 -19 -58 -50 -96 -229 -47 -217 -49 -260 -13 -295 52 -53 146 -42 177 20 16 31 87 366 87 410 0 70 -86 122 -155 94z\"\/><path d=\"M1751 3234 c-13 -9 -29 -31 -37 -50 -12 -29 -10 -49 21 -204 19 -94 39 -189 45 -210 14 -50 54 -80 110 -80 34 0 48 6 76 34 21 21 34 44 34 59 0 14 -18 113 -40 219 -37 178 -43 195 -70 221 -36 32 -101 37 -139 11z\"\/><path d=\"M1163 3073 c-36 -7 -73 -59 -73 -102 0 -56 133 -378 171 -413 34 -32 83 -37 129 -13 70 36 67 87 -16 290 -86 209 -89 214 -129 231 -35 14 -42 15 -82 7z\"\/><path d=\"M3689 3066 c-15 -9 -33 -30 -42 -48 -48 -103 -147 -355 -147 -375 0 -98 131 -148 192 -74 13 15 57 108 97 206 80 196 84 226 37 273 -30 30 -99 39 -137 18z\"\/><path d=\"M583 2784 c-38 -19 -67 -74 -58 -113 9 -42 211 -354 242 -373 16 -10 45 -18 66 -18 51 0 107 52 107 100 0 39 -1 41 -124 234 -80 126 -108 162 -133 173 -41 17 -61 16 -100 -3z\"\/><path d=\"M4250 2784 c-14 -9 -74 -91 -133 -183 -95 -150 -107 -173 -107 -213 0 -55 33 -94 87 -104 67 -13 90 8 211 198 130 202 137 225 78 284 -27 27 -42 34 -72 34 -22 0 -50 -8 -64 -16z\"\/><path d=\"M2275 2693 c-553 -48 -1095 -270 -1585 -649 -135 -104 -459 -423 -483 -476 -23 -49 -22 -139 2 -186 73 -142 361 -457 571 -626 285 -228 642 -407 990 -497 242 -63 336 -73 660 -74 310 0 370 5 595 52 535 111 1045 392 1455 803 122 121 250 273 275 326 19 41 19 137 0 174 -41 79 -309 363 -465 492 -447 370 -946 591 -1479 653 -113 14 -422 18 -536 8z m395 -428 c171 -34 330 -124 456 -258 112 -119 167 -219 211 -378 27 -96 24 -300 -5 -401 -72 -255 -236 -447 -474 -557 -132 -62 -201 -76 -368 -76 -167 0 -236 14 -368 76 -213 98 -373 271 -451 485 -162 444 86 934 547 1084 153 49 292 57 452 25z m909 -232 c222 -123 408 -262 593 -441 76 -74 138 -139 138 -144 0 -16 -233 -242 -330 -319 -155 -123 -309 -223 -461 -299 l-81 -41 32 46 c18 26 49 83 70 128 143 306 141 649 -6 957 -25 52 -61 116 -79 142 l-34 47 45 -20 c26 -10 76 -36 113 -56z m-2057 25 c-40 -58 -105 -190 -130 -263 -110 -324 -59 -707 132 -981 25 -35 42 -64 37 -64 -19 0 -241 119 -326 174 -188 122 -406 314 -532 468 l-58 71 108 103 c185 178 428 349 672 473 66 33 121 60 123 61 2 0 -10 -19 -26 -42z\"\/><path d=\"M2375 1950 c-198 -44 -350 -190 -395 -379 -18 -76 -8 -221 19 -290 114 -284 457 -406 731 -260 98 52 188 154 231 260 27 69 37 214 19 290 -38 163 -166 304 -326 360 -67 23 -215 33 -279 19z\"\/><\/g><\/svg><\/i> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"16\" height=\"16\" alt=\"Loading\" src=\"https:\/\/artikelana.com\/wp-content\/plugins\/page-views-count\/ajax-loader-2x.gif\" border=0 \/><\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":112,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"googlesitekit_rrm_CAowhNW8DA:productID":"","footnotes":""},"categories":[12],"tags":[41,40,42,35,34,38,39,37,36],"class_list":["post-108","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-rasa-kita","tag-budaya-membaca","tag-guru-dan-murid","tag-ketimpangan-akses-pendidikan","tag-kolaborasi-orang-tua-dan-sekolah","tag-literasi-anak-pendidikan-indonesia","tag-pendidikan-keluarga","tag-peran-orang-tua","tag-pisa-2022","tag-sistem-pendidikan"],"a3_pvc":{"activated":true,"total_views":29,"today_views":0},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Dua Pilar Literasi Anak: Orang Tua &amp; Sekolah<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Kenapa literasi anak di Indonesia masih rendah? Simak peran penting orang tua dan sekolah dalam meningkatkan literasi dasar melalui artikel lengkap ini.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/artikelana.com\/index.php\/2025\/06\/22\/literasi-anak-orangtua-dan-sekolah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Dua Pilar Literasi Anak: Orang Tua &amp; Sekolah\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kenapa literasi anak di Indonesia masih rendah? Simak peran penting orang tua dan sekolah dalam meningkatkan literasi dasar melalui artikel lengkap ini.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/artikelana.com\/index.php\/2025\/06\/22\/literasi-anak-orangtua-dan-sekolah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Artikelana\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-06-22T06:37:11+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-06-22T10:57:23+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/artikelana.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/ChatGPT-Image-Jun-22-2025-09_50_57-AM-1024x683.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"683\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/artikelana.com\\\/index.php\\\/2025\\\/06\\\/22\\\/literasi-anak-orangtua-dan-sekolah\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/artikelana.com\\\/index.php\\\/2025\\\/06\\\/22\\\/literasi-anak-orangtua-dan-sekolah\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/artikelana.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/c3b8803a05994e4eec7fb6895c9067ea\"},\"headline\":\"Orang Tua dan Sekolah: Dua Pilar Utama Peningkatan Literasi Anak di Indonesia\",\"datePublished\":\"2025-06-22T06:37:11+00:00\",\"dateModified\":\"2025-06-22T10:57:23+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/artikelana.com\\\/index.php\\\/2025\\\/06\\\/22\\\/literasi-anak-orangtua-dan-sekolah\\\/\"},\"wordCount\":695,\"commentCount\":1,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/artikelana.com\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/artikelana.com\\\/index.php\\\/2025\\\/06\\\/22\\\/literasi-anak-orangtua-dan-sekolah\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/artikelana.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/06\\\/ChatGPT-Image-Jun-22-2025-09_50_57-AM.png\",\"keywords\":[\"Budaya Membaca\",\"Guru dan Murid\",\"Ketimpangan Akses Pendidikan\",\"Kolaborasi Orang Tua dan Sekolah\",\"Literasi Anak Pendidikan Indonesia\",\"Pendidikan Keluarga\",\"Peran Orang Tua\",\"PISA 2022\",\"Sistem Pendidikan\"],\"articleSection\":[\"Rasa Kita\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/artikelana.com\\\/index.php\\\/2025\\\/06\\\/22\\\/literasi-anak-orangtua-dan-sekolah\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/artikelana.com\\\/index.php\\\/2025\\\/06\\\/22\\\/literasi-anak-orangtua-dan-sekolah\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/artikelana.com\\\/index.php\\\/2025\\\/06\\\/22\\\/literasi-anak-orangtua-dan-sekolah\\\/\",\"name\":\"Dua Pilar Literasi Anak: Orang Tua & Sekolah\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/artikelana.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/artikelana.com\\\/index.php\\\/2025\\\/06\\\/22\\\/literasi-anak-orangtua-dan-sekolah\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/artikelana.com\\\/index.php\\\/2025\\\/06\\\/22\\\/literasi-anak-orangtua-dan-sekolah\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/artikelana.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/06\\\/ChatGPT-Image-Jun-22-2025-09_50_57-AM.png\",\"datePublished\":\"2025-06-22T06:37:11+00:00\",\"dateModified\":\"2025-06-22T10:57:23+00:00\",\"description\":\"Kenapa literasi anak di Indonesia masih rendah? Simak peran penting orang tua dan sekolah dalam meningkatkan literasi dasar melalui artikel lengkap ini.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/artikelana.com\\\/index.php\\\/2025\\\/06\\\/22\\\/literasi-anak-orangtua-dan-sekolah\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/artikelana.com\\\/index.php\\\/2025\\\/06\\\/22\\\/literasi-anak-orangtua-dan-sekolah\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/artikelana.com\\\/index.php\\\/2025\\\/06\\\/22\\\/literasi-anak-orangtua-dan-sekolah\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/artikelana.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/06\\\/ChatGPT-Image-Jun-22-2025-09_50_57-AM.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/artikelana.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/06\\\/ChatGPT-Image-Jun-22-2025-09_50_57-AM.png\",\"width\":1536,\"height\":1024},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/artikelana.com\\\/index.php\\\/2025\\\/06\\\/22\\\/literasi-anak-orangtua-dan-sekolah\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/artikelana.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Orang Tua dan Sekolah: Dua Pilar Utama Peningkatan Literasi Anak di Indonesia\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/artikelana.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/artikelana.com\\\/\",\"name\":\"Artikelana\",\"description\":\"Cerita Tak Hanya Dibaca, Tapi Dirasa\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/artikelana.com\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/artikelana.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/artikelana.com\\\/#organization\",\"name\":\"Artikelana\",\"url\":\"https:\\\/\\\/artikelana.com\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/artikelana.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/artikelana.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/08\\\/cropped-artikelana-logo-scaled-1.webp\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/artikelana.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/08\\\/cropped-artikelana-logo-scaled-1.webp\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"Artikelana\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/artikelana.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/artikelana.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/c3b8803a05994e4eec7fb6895c9067ea\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/5fc1ff56f49d34fed5e1418835236cfa8d7f929d62b0edf3c2fe0e75d8922cc7?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/5fc1ff56f49d34fed5e1418835236cfa8d7f929d62b0edf3c2fe0e75d8922cc7?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/5fc1ff56f49d34fed5e1418835236cfa8d7f929d62b0edf3c2fe0e75d8922cc7?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/artikelana.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/artikelana.com\\\/index.php\\\/author\\\/admin\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Dua Pilar Literasi Anak: Orang Tua & Sekolah","description":"Kenapa literasi anak di Indonesia masih rendah? Simak peran penting orang tua dan sekolah dalam meningkatkan literasi dasar melalui artikel lengkap ini.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/artikelana.com\/index.php\/2025\/06\/22\/literasi-anak-orangtua-dan-sekolah\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Dua Pilar Literasi Anak: Orang Tua & Sekolah","og_description":"Kenapa literasi anak di Indonesia masih rendah? Simak peran penting orang tua dan sekolah dalam meningkatkan literasi dasar melalui artikel lengkap ini.","og_url":"https:\/\/artikelana.com\/index.php\/2025\/06\/22\/literasi-anak-orangtua-dan-sekolah\/","og_site_name":"Artikelana","article_published_time":"2025-06-22T06:37:11+00:00","article_modified_time":"2025-06-22T10:57:23+00:00","og_image":[{"width":1024,"height":683,"url":"https:\/\/artikelana.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/ChatGPT-Image-Jun-22-2025-09_50_57-AM-1024x683.png","type":"image\/png"}],"author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"admin","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/artikelana.com\/index.php\/2025\/06\/22\/literasi-anak-orangtua-dan-sekolah\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/artikelana.com\/index.php\/2025\/06\/22\/literasi-anak-orangtua-dan-sekolah\/"},"author":{"name":"admin","@id":"https:\/\/artikelana.com\/#\/schema\/person\/c3b8803a05994e4eec7fb6895c9067ea"},"headline":"Orang Tua dan Sekolah: Dua Pilar Utama Peningkatan Literasi Anak di Indonesia","datePublished":"2025-06-22T06:37:11+00:00","dateModified":"2025-06-22T10:57:23+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/artikelana.com\/index.php\/2025\/06\/22\/literasi-anak-orangtua-dan-sekolah\/"},"wordCount":695,"commentCount":1,"publisher":{"@id":"https:\/\/artikelana.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/artikelana.com\/index.php\/2025\/06\/22\/literasi-anak-orangtua-dan-sekolah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/artikelana.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/ChatGPT-Image-Jun-22-2025-09_50_57-AM.png","keywords":["Budaya Membaca","Guru dan Murid","Ketimpangan Akses Pendidikan","Kolaborasi Orang Tua dan Sekolah","Literasi Anak Pendidikan Indonesia","Pendidikan Keluarga","Peran Orang Tua","PISA 2022","Sistem Pendidikan"],"articleSection":["Rasa Kita"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/artikelana.com\/index.php\/2025\/06\/22\/literasi-anak-orangtua-dan-sekolah\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/artikelana.com\/index.php\/2025\/06\/22\/literasi-anak-orangtua-dan-sekolah\/","url":"https:\/\/artikelana.com\/index.php\/2025\/06\/22\/literasi-anak-orangtua-dan-sekolah\/","name":"Dua Pilar Literasi Anak: Orang Tua & Sekolah","isPartOf":{"@id":"https:\/\/artikelana.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/artikelana.com\/index.php\/2025\/06\/22\/literasi-anak-orangtua-dan-sekolah\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/artikelana.com\/index.php\/2025\/06\/22\/literasi-anak-orangtua-dan-sekolah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/artikelana.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/ChatGPT-Image-Jun-22-2025-09_50_57-AM.png","datePublished":"2025-06-22T06:37:11+00:00","dateModified":"2025-06-22T10:57:23+00:00","description":"Kenapa literasi anak di Indonesia masih rendah? Simak peran penting orang tua dan sekolah dalam meningkatkan literasi dasar melalui artikel lengkap ini.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/artikelana.com\/index.php\/2025\/06\/22\/literasi-anak-orangtua-dan-sekolah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/artikelana.com\/index.php\/2025\/06\/22\/literasi-anak-orangtua-dan-sekolah\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/artikelana.com\/index.php\/2025\/06\/22\/literasi-anak-orangtua-dan-sekolah\/#primaryimage","url":"https:\/\/artikelana.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/ChatGPT-Image-Jun-22-2025-09_50_57-AM.png","contentUrl":"https:\/\/artikelana.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/ChatGPT-Image-Jun-22-2025-09_50_57-AM.png","width":1536,"height":1024},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/artikelana.com\/index.php\/2025\/06\/22\/literasi-anak-orangtua-dan-sekolah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/artikelana.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Orang Tua dan Sekolah: Dua Pilar Utama Peningkatan Literasi Anak di Indonesia"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/artikelana.com\/#website","url":"https:\/\/artikelana.com\/","name":"Artikelana","description":"Cerita Tak Hanya Dibaca, Tapi Dirasa","publisher":{"@id":"https:\/\/artikelana.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/artikelana.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/artikelana.com\/#organization","name":"Artikelana","url":"https:\/\/artikelana.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/artikelana.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/artikelana.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/cropped-artikelana-logo-scaled-1.webp","contentUrl":"https:\/\/artikelana.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/cropped-artikelana-logo-scaled-1.webp","width":512,"height":512,"caption":"Artikelana"},"image":{"@id":"https:\/\/artikelana.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/artikelana.com\/#\/schema\/person\/c3b8803a05994e4eec7fb6895c9067ea","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5fc1ff56f49d34fed5e1418835236cfa8d7f929d62b0edf3c2fe0e75d8922cc7?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5fc1ff56f49d34fed5e1418835236cfa8d7f929d62b0edf3c2fe0e75d8922cc7?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5fc1ff56f49d34fed5e1418835236cfa8d7f929d62b0edf3c2fe0e75d8922cc7?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin"},"sameAs":["https:\/\/artikelana.com"],"url":"https:\/\/artikelana.com\/index.php\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/artikelana.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/108","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/artikelana.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/artikelana.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/artikelana.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/artikelana.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=108"}],"version-history":[{"count":9,"href":"https:\/\/artikelana.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/108\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":120,"href":"https:\/\/artikelana.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/108\/revisions\/120"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/artikelana.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/112"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/artikelana.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=108"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/artikelana.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=108"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/artikelana.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=108"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}